PALEMBANG—Jika tidak ada aral melintang dipastikan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Palembang akan beroperasi pada Juni 2018 dengan tiket sebesar Rp5 ribu. Dan akan diujicoba bulan Maret sampai Mei.
“Akhir Februari kereta sudah datang, kita mulai commisioning bulan Maret sampai Mei,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi K. Sumadi usai meninjau proyek pembangunan LRT di Jakabaring, Palembang beberapa waktu lalu seperti di lansir Setkab.go.id
Nantinya, lanjut Menhub, LRT Palembang akan memiliki 3 (tiga) titik keberangkatan, yaitu di Jakabaring, Bandara, dan Lippo. Sementara harga tiket ditetapkan Rp5 ribu. Jika harga tiket tersebut tidak mencukupi untuk menutup biaya operasional LRT, menurut Menhub, kelebihan dari biaya itu menjadi beban dari Pemerintah.
Guna mendukung beroperasinya LRT Palembang pada Juni mendatang, Menhub mengaku pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan. “Kita sudah menunjuk konsultan integrator yang akan mengintegrasikan semua fungsi dan kepentingan di sini karena fasilitas ini merupakan yang terbaru di Indonesia,” ujarnya. Untuk itu, Menhub meminta para stakeholder untuk aktif melakukan koordinasi terkait feeder dan transit oriented development (TOD) agar manajemen perkotaan dapat berfungsi dengan baik dan memberikan pendapatan bagi kota.
“Saya minta Ditjen Perkeretaapian dan tim, mempersiapkan dengan baik bagaimana bangkitkan penumpang,feeder, dan TOD berfungsi karena kita ingin sekali LRT Palembang menjadi contoh bagi suatu pengembangan kota,” kata Menhub.
Menhub juga meminta Pemda untuk melakukan perubahan rute terhadap lalu lintas transportasi yang ada, dan memfungsikan TOD secara maksimal. Hal ini dimaksudkan agar di satu sisi secara fungsional TOD bisa menampung bangkitan lalu lintas tetapi secara komersial, Pemda juga mendapat manfaat atas tumbuhnya titik-titik TOD tersebut.
Menhub menegaskan, pembangunan LRT bukan hanya untuk menyambut Asian Games tetapi juga diharapkan menjadi transportasi massal perkotaan.
“Sebenarnya kalau membangun (LRT) bukan hanya untuk Asian Games. Itu hanya pemicu, namun dibangunnya LRT di Palembang sebagai suatu contoh penggunaan transportasi massal di perkotaan,” jelas Menhub.
Oleh karenanya, Menhub ingin Pemda serius dalam mempersiapkan rute dan titik TOD dengan baik sehingga masyarakat dapat merubah pola hidup dengan meninggalkan moda angkutan yang lama.
“LRT adalah suatu teknologi baru, bagaimana kita menarik pengguna motor untuk menggunakan LRT. Dibutuhkan konsep baru yang memberikan suatu daya tarik supaya orang mau menggunakan LRT, mengubah pola hidup. Itu tidak mudah,” ujar Menhub.
Adanya LRT juga diharapkan menjadi solusi kemacetan di wilayah perkotaan serta meningkatkan mobilitas serta pendapatan masyarakat.
Reja (37) warga Sukamaju Palembang mengatakan harga tiket sebesar Rp5 ribu sudah cukup dan dia berharap LRT bisa sedikit mengurangi kemacetan yang ada di kota Palembang dan hadirnya LRT benar-benar ada manfaat yang dirasakan warga Palembang bukan hanya sekadar pajangan kota semata. (cng)

















