
PALEMBANG, fornews.co-Siswi SMK Negeri 7 Palembang, TA (16), nyaris menjadi korban penculikan. Beruntung, korban berhasil menyelamatkan diri, saat pelaku yang mengangkutnya dengan mobil Panther warna putih, berhenti membeli minuman.
Drama penculikan tersebut, bermula saat TA yang tercatat warga Perindustrian 1 komplek Sukarami Indah, pulang dari sekolah di kawasan KM 7, sekitar pukul 14.30WIB, Kamis (16/03). Saat berada di gerbang sekolah, ada mobil Panther warna putih yang menghampiri korban.
Kemudian, ada beberapa orang keluar dari mobil tersebut dan mengajaknya untuk masuk ke mobil sembari mengancam dirinya. Saat menceritakan peristiwa itu dihadapan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang, korban juga sempat sempat mengalami penganiayaan oleh pelaku.
“Mereka mengatakan, kalau saya tidak masuk mobil orang tua saya akan dibunuh. Karena takut, saya masuk ke mobil dan ada dua wanita dan tiga pria. Wanita yang badannya penuh tato itu menyambak rambut saya dan mengancam dengan pisau. Kalau saya berlari akan dibunuh,” jelasnya.
Korban TR meneruskan, selama di perjalanan satu dari pelaku sempat mengirim SMS kepada keluarga korban, agar tidak menjemputnya karena akan pergi ke rumah teman. selanjutnya, ketika mobil pelaku berhenti untuk membeli minuman di kawasan rumah susun dekat Palembang Indah Mall (PIM), korban keluar dari mobil dan berhasil melarikan diri. “Saat pelaku mampir membeli minum, saya diam-diam langsung keluar dari mobil dan berlari menuju belakang IP (Internasional Plaza) dan menghubungi keluarga saya,” ungkapnya.
Paman korban, Alex menuturkan, pihaknya mengetahui saat ibu korban berteriak histeris dari rumah, lantaran keponakannya menjadi korban penculikan sehingga membuatnya datang untuk menjemput di kawasan IP. “Saat kami jemput, dia kebingungan dan takut. Alhamdulilah ada warga yang menolongnya disana,” ujarnya.
Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede SIK MH mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban dan sudah dimintain keterangan oleh petugas unit PPA. “Anggota sedang melakukan penyelidikan dilapangan untuk menangkap para pelaku,” tandasnya. (bay)
















