
BATURAJA, fornews.co – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Polisi Agung Budi Maryoto menyampaikan, peranan komponen yang ada di masyarakat sangat diperlukan dalam menciptakan situasi kondusif dari gangguan Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Menurut Agung, komponen yang dimaksud terdiri Babinsa (TNI), Bhabinkamtibmas (Polri), dan Lurah/Kades, dan disebutnya tiga pilar Kamtibmas. Tiga pilar ini, menjadi ujung tombak menciptakan kondusifitas di daerah masing-masing atau lingkup terkecil di pemerintah.
“Tiga pilar ini, harus berperan aktif turun ke lapangan dengan masyarakat. Misalnya melaksanakan gotong royong membersihkan sampah. Bahkan ada yang meninggal dunia, Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan Lurah/Kades bisa langsung turun membantu masyarakat,” ujarnya, pada saat melaksanakan kunjungan kerja ke Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (09/03).
Kehadiran orang nomor satu di tubuh Polda Sumsel ini, diterima Kapolres OKU, AKBP Leo Andi Gunawan Sik MPP dan jajaran perwira Polres OKU, juga Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis dan Komandan Kodim O403/OKU Letkol Inf Syahroni. Kunjungan kerja pertama Kapolda Sumsel, ini dalam rangka tatap muka bersama tokoh masyarakat, dan tiga pilar masyarakat (Babinsa, BhabinKamtibmas, Kades/Lurah) se-Kabupaten OKU.
Pada kesempatan ini, Agung menyampaikan, sekarang ini perkembangan digital sosmed sangat pesat. Banyak informasi menyebar belum tentu benar, sehingga jangan sampai terprovokasi. Sebab demikian itu, terkadang menyebabkan konflik horizontal.
“Tiga pilar ini harus bekerja sama dan bersatu. Dalam rangka menjelaskan ada informasi yang beredar di lingkungan tempat kita. Jika informasi itu benar tidak ada permasalahan,” katanya, juga mengimbau Kades/Lurah jangan sampai tersandung pungli.
Di samping itu, Kapolda menjelaskan, agar
tiga pilar masyarakat (Kades/Lurah, Babinsa dan BhabinKamtibmas) se-Kabupaten OKU, membentuk group komunikasi. “Sebagai contoh di Polresta Palembang, hal itu sudah dilakukan,” contohnya.
Agung juga, sangat mengapresiasi peran media. Dia mengimbau, jika ada program dan kegiatan, baiknya kegiatan-kegiatan positif dipublikasikan dan dikomunikasikan ke masyarakat melalui media sehingga kinerja yang baik bisa diketahui oleh masyarakat. (wil)
















