JOGJA, fornews.co — Peluncuran buku sastra di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Jogja, pada Rabu, 2 Juli 2025, menjadi momentum penting dalam perkembangan sastra di Indonesia.
Peluncuran buku sastra tersebut bersamaan dengan acara Kajian dan Apresiasi Samawa edisi ke-22 bertajuk “Titian Profetik: Sastra, Budaya dan Persaudaraan”.
Empat buku berjudul “Pak RT Nagih Sanjang Ngoten”, “Kuatrin-Kuatrin Ramadhan”, “99 Puisi Puasa”, dan “Dewi Arimbi” diluncurkan oleh Mahyudin Al Mudra dan Prof Dr Nur Sahid, Kosbatik.
Acara yang digelar oleh Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Pengurus Pusat Komunitas Seni Budaya Profetik (Kosbatik), menjadi catatan penting sekaligus memberikan pencerahan spiritual dan pendidikan.
Tokoh sastra dan budaya di Jogjakarta, Mustofa W Hasyim, mengungkapkan kegiatan Kosbatik dan Balai Budaya Melayu dapat memperkokoh nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual di tengah masyarakat.
“Hal ini dapat memperluas jejaring literasi sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran bersama akan pentingnya sastra dan budaya yang mengangkat nilai kemanusiaan,” kepada fornews.co melalui pesan singkat whatsapp, Kamis, 3 Juli 2025.

Keempat buku yang diluncurkan yaitu, berjudul “Pak RT Nagih Sanjang Ngoten” berisi 41 renungan sosial dan psikologis dalam bahasa yang ringan dan komunikatif ditulis oleh Mahyudin Al Mudra.
“Kuatrin-Kuatrin Ramadhan” kumpulan puisi karya para peserta Residensi Sastra Kosbatik di Kalimantan Tengah dan DIY.
“99 Puisi Puasa” karya Jabrohim memotret pengalaman spiritual dan sosial selama Ramadhan dan 99 sajak refleksi.
“Dewi Arimbi” sebuah novel yang merupakan sebuah refleksi yang penuh khidmat sebagai insan yang lemah tapi ingin berfaedah dalam kehidupan.
Acara tersebut hadiri berbagai tokoh sastra, budaya, pendidikan dan sosial keagamaan, di antaranya Prof Dr H Nur Sahid (Ketua Umum Pengurus Pusat Kosbatik), Dr Habib Chirzin (tokoh perdamaian dunia), HM Syukri Fadhli SH (tokoh masyarakat), Ninot Aziz Ph D (Presiden persalina, Malaysia), dan Prof Dr Ali Imron Al Ma’ruf dari HISKI.
Selain peluncuran buku, rangkaian acara meliputi pembacaan puisi oleh Dr novi K Indriastuti (UGM) dan Dr Nur Iswantara (ISI Jogja), serta musikalisasi puisi oleh Nachrowi Ar.
Sedangkan testimoni tentang Profetik: Sastra, Budaya dan Persaudaraan, berlangsung hangat, ceria, dan penuh semangat persaudaraan lintas budaya.
Dengan adanya kegiatan yang berkelanjutan tersebut, di tengah tantangan zaman dan globalisasi, upaya pelestarian sekaligus revitalisasi, adaptasi nilai-nilai, tradisi dan praktik budaya akan semakin bertumbuh kembang.
















