PALEMBANG, Fornews.co – Kementerian Pertanian (Kementan) bakal memasarkan kalung anti virus Corona atau COVID-19 di Palembang pada Agustus mendatang
Kalung tersebut diklaim dapat mencegah terpaparnya dari virus yang saat ini melanda seluruh belahan dunia.
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumsel, Dr Atekan mengatakan produk ini terdapat lima varian yakni jenis roll on, inhaler, kalung, minyak aromaterapi dan balsam. Dimana, produk tersebut berbahan tanaman eucalyptus yang diklaim dapat mematikan perkembangan COVID-19.
“Rencananya roll on dan inhaler akan dijual pada awal Agustus. Sedangkan, kalung akan dijual pada akhir Agustus mendatang sembari menunggu izin edar dari BPOM,” katanya, Selasa (21/07).
Ia menjelaskan partikel kandungan eucalyptus ini mampu menjangkau penyebaran virus lebih luas. Karena, sifat COVID-19 memiliki Main Protein (Mpro) dilapisan kulit luar. Bila protein tersebut rusak, maka virus tidak bisa berkembang biak dan mati.
Ia pun mengaku telah melakukan penelitian dengan uji coba virus jenis beta Corona dan alfa Corona yang memiliki karakter virus mirip COVID-19.
“Hasilnya produk tanaman ini berhasil menghambat perkembangan virus 81 hingga 100 persen. Bahkan, tanaman ini juga terbukti pernah membunuh virus flu burung H5+N1,” terangnya.
Meskipun begitu, ia mengaku produk ini belum dapat disebut sebagai obat karena belum memiliki hasil uji klinis. Produk ini hanya berupa ekstrak minyak seperti jamu, diharapkan dengan menghirup aroma tersebut selama 15 hingga 20 menit maka virus dalam tenggorokan serta rongga tubuh tidak bisa hidup.
Produk ini nantinya akan dijual oleh PT Eagle Indo Pharma yang merupakan perusahaan penjualan minyak kayu putih Cap Lang.
“Harga yang ditawarkan yakni berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Harnojoyo menambahkan pihaknya memberikan izin untuk penjualan produk eucalyptus tersebut. Hanya saja, ia mengimbau agar hasil uji klinis lebih diperjelas.
“Saat ini kami masih fokus untuk penanganan ekonomi di masa pandemi ini,” tutupnya. (lim)

















