
MUARABELITI, fornews.co -Polres Mura dan Lubuklinggau memberikan kaki palsu kepada para penyandang disabilitas dan komunitas kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas). Terobosan dua Polres yang bersamaan dengan HUT Bhayangkara ke-71 ini, bekerja sama dengan Yayasan Kick Andy Foundation.
Sebelum kaki palsu tersebut dibagikan, terlebuh dulu dilakukan pengukuran oleh Koordinator Yayasan Kick Andy Foundation Indonesia, Sugiarto dan Sohirin. Jumlah pengukuran dan pencetakan kaki palsu untuk Polres Mura dibagikan untuk 14 orang, 11 orang korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan 3 orang penyandang disabilitas sejak lahir. Untuk pengukuran di Polres Lubuklinggau, sebanyak delapan orang penyandang disabilitas dan komunitas laka lantas.
Kapolres Mura AKBP Pambudi, didampingi Wakapolres Kompol Padmo Arianto dan Kasat Lantas AKP Budi Hartono Sutrisno mengatakan, kaki palsu yang diberikan ini merupakan program dari HUT Bhayangkara Ke-71. “Selain bekerja sama dengan Yayasan Kick Andy Foundation Indonesia, pekerjaan ini juga melibatkan seluruh para bhabin kamtibmas, yang melakukan investarisir terhadap penyandang disabiitas dan korban laka lantas. Saat inventarisir, ternyata mendominasi korban laka lantas. Ketika dilakukan pengukuran, ada juga dari penyandang disabilitas sejak lahir,” tegas Kompol Padmo Arianto, Rabu (12/07) di halaman Mapolres Mura.
Menurutnya, pembagian kaki palsu melalui program Yayasan Kick Andy bentuk kepedulian kemanusiaan Polres Mura kepada masyarakat khususnya penyandang disabilitas dan korban laka lantas. Apalagi, ini pertama kali yang dilakukan sehingga direspon baik aparat kepolisian. “Kita libatkan para bhabinkamtibmas dan tiga pilar kamtibmas menginventarisir penerima kaki palsu. Sehingga, dilakukan pengukuran bersama,” jelas dia.
Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga, didampingi Wakapolres Kompol Andi Kumara mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya pembagian kaki palsu bagi penyandang disabilitas dan korban laka lantas. “Kita juga turun ke pemukiman melibatkan tiga pilar kamtibmas menginventarisir masyarakat yang menginginkan pemasangan kaki palsu,” ujarnya.
Dia menambahkan, untuk penerima bantuan kaki palsu sendiri yang sudah dilakukan pengukuran sebanyak delapan orang. Satu diantaranya mendapatkan dua kaki palsu sekaligus sebagai penyandang disabilitas sejak lahir. “Untuk penerima kaki palsu sendiri bagi penyandang disabilitas dan korban laka lantas. Diharapkan kedepan dengan pembagian kaki palsu mampu membantu mereka agar bisa beraktivitas sehari-hari kembali tanpa mengandalkan alat bantu lainnya,” tandasnya.(eky)
















