KAYUAGUNG, fornews.co – Jajaran pejabat tinggi Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Polda Sumatera Selatan kembali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarat di tengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Senin (15/06). Kali ini, yang menjadi sasaran Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Palupessy didampingi jajarannya adalah masyarakat yang tinggal di pinggiran Tol Kayuagung.
Menurutnya, hal ini juga merupakan rangkaian dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74. “Di beberapa tempat sudah disalurkan bansos, seperti kemarin bersama Bapak Kapolda, di Kampung 1 Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji,” kata Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Palupessy.
Pada baksos kali ini, Polres OKI membagikan puluhan karung beras dan masker. Dia menuturkan, hal ini sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.
Diharapkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat ini semakin membuat masyarakat merasa nyaman dan aman. Selain itu, dia juga mengharapkan agar bantuan yang diberikan tersebut dapat sedikit meringankan beban ekonomi mereka yang menerima.
Pasalnya, dengan turun langsung ke tengah masyarakat tersebut menurut Kapolres dia dapat melihat bagaimana kondisi dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Saat ini memang sengaja saya membagikan bantuan sosial berupa beras kepada warga yang tinggal di sepanjang jalan tol. Karena aksesnya sangat sulit untuk mereka menuju tempat-tempat seperti pasar maupun sebagainya, dan bisa dilihat sendiri posisi tempat tinggalnya, ada yang di atas rawa,” ujarnya.
“Seperti yang tadi beberapa telah diberikan sembako, memang situasi kondisinya sangat sulit. Dimana, untuk datang ke daratan saja harus memakai sampan. Makanya, menjadi kepedulian kami untuk memberikan sedikit tali asih kepada warga yang tinggal disekitar sepanjang tol ini,” katanya menambahkan.
Selain memberikan bantuan, jajaran Polres OKI ini juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga Kamtibmas, termasuk di areal tol yang banyak lalu lalang kendaraan.
Lebih lanjut, Kapolres juga mengingatkan agar masyarakat dapat menjaga lingkungan masing-masing agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Mengingat tak lama lagi memasuki musim kemarau panjang, tetapi mudah-mudahan tidak, namun untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi seperti tahun-tahun lalu, kami juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar tol, khususnya yang ada lahan gambut, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat mengganggu orang banyak,” tandasnya. (rif)
















