INDRALAYA, fornews.co – Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori melaporkan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Pemulutan Barat dan Indralaya Utara, Ogan Ilir masih dalam upaya pemadaman. Bahkan dikatakan, potensi membesarnya sebaran api sangat memungkinkan terjadi karena lahan tidurnya masih begitu banyak.
Ansori mengatakan, titik api ada di wilayah Pemulutan Barat atau kiri kanan Km 13 tol Palembang – Indralaya (Palindra). Selain itu, titik api juga terpantau di Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara. Karhutla ini terjadi sejak Senin (05/08) sekitar pukul 11.40 WIB.
“Api belum padam sampai habis semalam, tapi sebagian yang di pinggir sudah dilokalisir, tinggal di bagian tengah yang susah tidak terjangkau, pemadaman darat dilakukan sampai dini hari,” kata Ansori dihubungi fornews.co, Selasa (06/08) siang.
“Kemungkinan membesar (karhutla) masih mungkin, karena bahan bakarnya (lahan tidur) masih banyak, apalagi kalau cuaca terik dan angin kencang,” imbuhnya.
Pada pemadaman karhutla ini, jumlah personel diturunkan cukup banyak. Dari Posko BPBD Sumsel 2 regu, BPBD Ogan Ilir 1 regu, kemudian petugas dari TNI dan Polri.

“Saat ini (13.00 WIB) api kembali membesar, namun telah diupayakan pemadaman oleh tim darat dan 4 helikopter water booming yang disewa BNPB untuk bantu kita,” tuturnya.
Sejauh ini Ansori belum bisa memastikan berapa hektar lahan yang terbakar, namun tidak ada korban jiwa dalam karhutla ini.
Soal penyebab, Ansori memastikan ini ulah dari manusia terlepas itu karena kelalaian atau disengaja.
“Kemungkinan besar lalai, karena lahan yang terbakar bukan untuk ditanam tapi lahan tidur. Cuaca juga cukup besar pengaruhnya, kering dan angin kencang mempercepat penyebaran titik api,” ujarnya.
Hingga berita ini dimuat, petugas masih berupaya memadamkan api yang tersebar di Pemulutan Barat dan Palemraya, Indralaya Utara.(bas)

















