KAYUAGUNG, fornews.co – Status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi dihentikan per-awal Desember 2019 lalu. Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) tetap mewanti-wanti agar bencana karhutla ini tidak terulang kembali.
Pasca dicabutnya status siaga karhutla ini, masalah yang menanti di Kabupaten OKI bukan berarti berakhir. Karena ketika memasuki musim hujan masalah lain yang menanti Kabupaten ini adalah bencana banjir yang mengintai di sejumlah wilayahnya.

“Karhutla walaupun status siaganya dicabut kita tetap komitmen untuk mengantisipasi ini. Tapi masalah banjir tidak bisa diabaikan juga mengingat wilayah kita (OKI) adalah rawa dan dataran rendah,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) OKI, H Husin SPd MM kepada wartawan fornews.co di Kayuagung, Senin (01/12).
Menurutnya, dua bencana ini menjadi fokus pemerintah untuk penanganannya karena dua bencana inilah yang kerap melanda Kabupaten OKI. “Memang kita belum bisa memprediksi apakah ini akan lebih parah dari sebelumnya atau tidak. Tapi pihak bencana (BPBD) juga sudah seharusnya melakukan perencanaan terkait banjir itu sendiri,” tuturnya.
“Mitigasi itu terus dilakukan dan sudah diproyeksikan terutama di beberapa kecamatan yang dianggap rawan dan wilayah pinggiran sungai,” pungkasnya. (rif)

















