KAYUAGUNG, fornews.co – Segenap elemen di Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI), Sumatera Selatan mulai bersiap menghadapi bencana musiman, Kebakaran Hutan, Lahan dan Kebun (Karhutlabun) di wilayahnya. Hal ini terlihat dari konsolidasi yang dilakukan secara virtual, Kamis (02/07).
Sesuai dengan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak kemarau tahun 2020 di Sumsel akan terjadi pada Agustus hingga September mendatang. Untuk itu, setiap elemen harus segera mempersiapkan diri menghadapi masalah ini disamping menghindari agar terhindar dari Virus Corona.
Melihat dari tahun-tahun sebelumnya, insiden karhutlabun yang menyebabkan bencana asap ini disinyalir sepenuhnya merupakan ulah manusia yang diduga untuk berbagai pemenuhan kebutuhan mulai dari pembukaan kebun, tanaman pangan, permukiman dan lain sebagainya. “Ini berdampak pada berbagai masalah mulai dari sosial hingga ekonomi sehingga perlu perhatian dari berbagai pihak,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI, Aris Panani.
Menindak lanjuti ini kabupaten OKI juga telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla mulai 1 Juni hingga 31 Oktober 2020. Selain itu, untuk mengantisipasi bencana ini Pemkan OKI mengajak semua pihak agar sama-sama menjaga alam dan mencegah terjadinya karhutla yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.
“Saya menekankan kita harus lebih berkomitmen bahwa bencana adalah masalah bersama untuk itu kita harus fokus, terpadu dan terintegrasi menghadapi ini,” kata Wakil Bupati OKI, H M Dja’far Shodiq.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa yang terpenting dalam menghadapi masalah ini adalah kemauan untuk menjaga alam dan kemauan untuk memadamkan api. “Mari bersama mempersiapkan baik personel maupun alat,” ujarnya seraya berharap agar bencana karhutla tahun ini dapat terkendali.
Di Kabupaten OKI ini sendiri, penanganan karhutla melibatkan berbagai pihak tidak hanya dari pemerintah, TNI – Polri tapi juga pihak perusahaan hingga masyarakat. Untuk itu dalam penanganan ini setiap pihak harus siap menghadapi masalah ini baik dalam hal pencegahan maupun penanganan. (rif)

















