PALEMBANG, fornews.co – Sejak awal kartu merah yang didapatkan Slamet Budiono di leg 1 babak 32 Besar Piala Indonesia 2018/2019 terasa janggal. Kini fakta mengejutkan muncul seiring keputusan Budi meninggalkan Sriwijaya FC dan berlabuh ke Persiba Balikpapan.
Budi yang bermain sangat baik di pertandingan itu dengan mencetak gol di menit 7 dan 25 menjadi begitu emosional saat merespons tindakan kasar pemain PS Keluarga USU. Bahkan wasit Mustofa Umarella yang awalnya hanya memberikan teguran keras justru mengganjar Budi dengan kartu merah langsung karena ucapan kasar sang pemain.
Tak bisa bermain di leg 2 di Medan, Budi pun tak tampak lagi saat rekan-rekannya berlatih Jumat (01/02). Hingga akhirnya pada Senin (04/02) Budi diketahui tengah dalam perjalanan menuju Balikpapan.
“Sebelumnya Slamet Budiono statusnya hanya izin tidak latihan. Soal dia berangkat ke Balikpapan, manajemen tidak ada yang tahu,” ujar Sekretaris Tim Sriwijaya FC Hendri Rizal, Rabu (06/02).
Sementara Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid sangat menyesalkan keputusan yang diambil Slamet Budiono bergabung ke Persiba. Apalagi saat ini Budi masih terdaftar sebagai pemain Sriwijaya FC di Piala Indonesia.
“Apa yang dilakukan Budi tidak bisa kami terima. Seharusnya Budi berbicara dulu dengan manajemen Sriwijaya FC. Lah ini tiba-tiba sudah gabung dengan Persiba,” tegas Faisal.
Bahkan Faisal sampai menduga Budi sengaja melakukan tindakan atau komentar berlebihan sehingga wasit memberikannya kartu merah di leg 1 babak 32 Besar Piala Indonesia 2018/2019 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (30/01) lalu. Hal itu kemungkinan dilakukan Budi agar dirinya tak perlu memperkuat tim saat tandang ke Medan dan bisa memenuhi panggilan Persiba.
“Jelas kami sangat kecewa. Seharusnya manajemen Persiba juga mengontak Sriwijaya FC, jangan langsung asal ambil pemain saja. Kekecewaan kami ini sangat beralasan, karena Budi juga lama dibesarkan oleh Sriwijaya FC di tim junior,” tuturnya. (ije)

















