
-Akibat Aksi, PTPN VII Cinta Manis Klaim Merugi Rp2Miliar-Rp4,2Miliar
INDRALAYA-Sejak dua hari terakhir, ratusan karyawan PTPN VII Cinta Manis Kabupaten Ogan Ilir melakukan aksi mogok kerja. Aksi mogok tersebut dipicu belum dibayarnya hak-hak karyawan, mulai dari gaji, bonus hingga adanya pengurangan penghasilan.
Akibat aksi itu berdampak terhadap terhentinya penggilingan tebu sehingga dipastikan PTPN VII Cinta Manis banyak mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Karyawan tetap mengancam akan melakukan aksi lanjutan hingga tuntutan dikabulkan.
Ketua Serikat Buruh Perkebunan (Serbuk) PTPN VII Cinta Manis, Umar didamping Ketua DPC Serbuk, Firdaus, Jumat (14/10) menyatakan, seluruh karyawan produksi melakukan aksi mogok sebagai buntut belum diberikannya hak-hak karyawan.
“Ya, sejak hari Kamis hingga Jum’at (kemarin), kami mogok kerja. Produksi saat ini terhenti,” ungkapnya.
Umar menambahkan, dirinya bersama seluruh karyawan tidak akan bekerja sampai tuntutan tersebut dipenuhi managemen PTPN VII Cinta Manis.
“Sebelum dipenuhi hak-hak kami, kami tidak akan bekerja, otomatis produksi tutup. Kalau mau giling tebu sendiri silakan. Tiga tuntutan itu, gaji jangan terlambat, keluarkan segera bonus tahun 2015 dan jangan ada pengurangan uang lembur,” bebernya.
Umar mengaku merasa sangat aneh. Sebab produksi penggilingan tebu sejak musim giling tidak ada kendala. Namun keuangan tidak ada. “Inikan aneh, produksi jalan terus, hak karyawan terhambat. Sebelum dibayar, kami akan terus mogok,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten Umum dan SDM, PTPN VII Cinta Manis, Karisman mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah sebagai upaya agar karyawan kembali bekerja. “Kita lakukan pendekatan secara personal dan organisasi. Tapi tetap belum bisa dan karyawan menuntut haknya,” ucapnya.
Akibat terhentinya aktivitas penggilingan tebu, sambung Karisman, Cinta Manis mengalami kerugian sebesar Rp2miliar-Rp4,2miliar per hari dan diyakini produksi tidak akan mencapai target.
“Periode musim giling yakni Mei hingga pertengahan November. Akibat aksi mogok, dipastikan target 61.000 ton tidak akan tercapai. Per hari tidak giling kita bisa rugi Rp2miliar lebih,”akunya.
Dia menambahkan, managemen Cinta Manis sudah melakukan koordinasi dengan direksi yang berada di Lampung, namun belum ada jawaban.
“Kita sudah sampaikan ke direksi. Saya himbau kepada karyawan, mari kita sama-sama bekerja lagi sambil menunggu proses yang saat ini sedang dilakukan. Komoditas lain yang dihasilkan seperti karet saat ini lagi anjlok. Sedangkan tebu merupakan komoditas terbesar yang menyumbang pendapatan paling tinggi,”jelasnya.(fian)

















