PALEMBANG, fornews.co – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengkonfirmasi pada Selasa 2 Mei 2020 hingga pukul 12.00 WIB, jumlah akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 27.549.
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto mengatakan, akumulasi itu meningkat setelah terjadi penambahan kasus positif hari ini sebanyak 609. Sementara untuk kasus sembuh bertambah 298 sehingga total 7.938. Untuk pasien meninggal bertambah 22 total 1.663.
Yuri menerangkan, jumlah ODP sebanyak 48.023 orang dan jumlah PDP sebanyak 13.213 orang. Pemeriksaan telah dilakukan terhadap 342.464 spesimen dari 237.497 orang dengan hasil positif 27.549 dan negatif 210.398. Sebaran virus Corona ini sudah terjadi di 34 provinsi dan 417 kabupaten/kota.
“Ada 5 provinsi yang hari ini mengalami kenaikan kasus positif cukup tinggi yakni Jawa Timur (bertambah 213), Papua (+ 94), DKI Jakarta (+ 56), Sulawesi Selatan (+ 44), Sumatra Selatan (+ 24). Sedangkan provinsi yang melaporkan penambahan 1 kasus baru ada 4 provinsi dan 11 provinsi yang penambahan kasus positifnya nol,” ujar Yuri pada siaran pers melalui kanal YouTube BNPB, Selasa (02/06).
Menurut Yuri, gotong royong dan kerja bersama-sama selama ini memberikan hasil yang cukup bagus ditandai dengan banyaknya kasus menurun di berbagai provinsi.
“Namun masih ada juga proses penularan yang terjadi, ini disebabkan karena masih ada sumber penularan di tengah masyarakat, masih ada orang yang rentan yang mengabaikan protokol kesehatan dan belum mengadaptasikan kebiasaan hidup yang baru,” katanya.
Secara bertahap Pemerintah akan mulai mengimplementasikan kebiasaan hidup yang baru sebagai upaya agar masyarakat dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19. Untuk itu peran keluarga sangat penting untuk memberikan edukasi kepada anggota keluarganya mengenai kebiasaan baru dalam menghadapi normal baru.
“Basis perubahan ini adalah edukasi yang terus menerus oleh keluarga, oleh karena itu kita sangat berharap peran keluarga dalam perubahan adaptasi kebiasaan baru ini menjadi sesuatu yang harus dilaksanakan bersama-sama,” tuturnya.
Yuri menambahkan bagi anggota keluarga yang mulai beraktivitas di luar rumah harus turut bertanggung jawab terhadap kesehatan keluarga di rumah. Jangan sampai tidak menyadari bahwa usai kembali ke rumah membawa virus tersebut ke rumah, terlebih orang yang terinfeksi COVID-19 memiliki gejala yang beragam ada yang bergejala berat, sedang, ringan bahkan tak bergejala. Karenanya kebiasaan baru ini harus dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat.
Oleh karenanya, keluarga sebagai kelompok sosialisasi pertama harus mampu melindungi anggota keluarganya serta harus menjadi tempat yang aman dan sehat terutama kelompok rentan.
“Kebiasaan baru haruslah mulai kita tanamkan kepada seluruh keluarga sejak saat ini,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, secara bertahap beberapa daerah akan melakukan normal baru. Yuri mengimbau agar normal baru ini tidak dimaknai sebagai euforia untuk melakukan apapun dengan meninggalkan protokol kesehatan. Masyarakat harus tetap disiplin dan patuh mengikuti anjuran yang ada agar tidak tidak memperluas penularan COVID-19. (ije)
Data Kasus Positif COVID-19 di Indonesia 2 Juni 2020
- Aceh 20 kasus (+ 0)
- Bali 487 kasus (+ 5)
- Banten 883 kasus (+ 16)
- Bangka Belitung 50 kasus (+ 4)
- Bengkulu 92 kasus (+ 1)
- DI Yogyakarta 237 kasus (+ 0)
- DKI Jakarta 7.541 kasus (+ 56)
- Gorontalo 108 kasus (+ 14)
- Jambi 97 kasus (+ 0)
- Jawa Barat 2.314 kasus (+ 20)
- Jawa Tengah 1.432 kasus (+ 15)
- Jawa Timur 5.135 kasus (+ 213)
- Kalimantan Barat 196 kasus (+ 0)
- Kalimantan Timur 298 kasus (+ 1)
- Kalimantan Tengah 428 kasus (+ 9)
- Kalimantan Selatan 969 kasus (+ 21)
- Kalimantan Utara 165 kasus (+ 0)
- Kepulauan Riau 209 kasus (+ 12)
- Nusa Tenggara Barat 670 kasus (+ 18)
- Nusa Tenggara Timur 97 kasus (+ 0)
- Sumatra Selatan 1.019 kasus (+ 24)
- Sumatra Barat 574 kasus (+ 7)
- Sumatra Utara 418 kasus (+ 1)
- Sulawesi Selatan 1.630 kasus (+ 44)
- Sulawesi Utara 354 kasus (+ 15)
- Sulawesi Tenggara 244 kasus (+ 0)
- Sulawesi Tengah 128 kasus (+ 0)
- Sulawesi Barat 92 kasus (+ 0)
- Lampung 136 kasus (+ 1)
- Riau 117 kasus (+ 0)
- Maluku Utara 174 kasus (+ 14)
- Maluku 223 kasus (+ 0)
- Papua Barat 172 kasus (+ 4)
- Papua 819 kasus (+ 94)
- Dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus

















