JOGJA, fornews.co — Keluarga Besar Marhaen (KBM) Daerah Istimewa Jogjakarta menggelar ziarah ke makam Soetardjo Soerjogoeritno puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) KBM yang jatuh pada 9 Januari.
Ketua DPP KBM DIY, Agus Subagyo, mengatakan ziarah tersebut untuk mengingatkan kembali nilai-nilai perjuangan yang pernah diajarkan Soetardjo Soerjogoeritno atau akrab dengan panggilan Mbah Tardjo.
“Hari ini kami berziarah ke makam Bapak Soetardjo Soerjogoeritno. Selain mendoakan beliau, kami juga ingin mengingat kembali nilai-nilai perjuangan yang pernah beliau teladankan,” ujarnya, Sabtu pagi, 9 Januari.

Bagi Marhaen, Mbah Tardjo adalah tokoh yang dinilai memiliki jasa besar dalam perjalanan organisasi dan perjuangan politik di masa lalu.
Kata Bagio, ziarah tersebut bertepatan dengan momentum keblake atau puput yusho dalam tradisi Jawa, yang memiliki makna khusus sebagai waktu yang baik untuk mendoakan arwah leluhur.
Sehingga, lanjut Bagio, doa yang dipanjatkan diharapkan membawa kebaikan bagi almarhum.
“Mudah-mudahan beliau diampuni dosa dan kesalahannya serta ditempatkan di tempat yang layak sebagai warga negara yang baik, memperoleh ampunan dan surga,” tambahnya.
Bagio menuturkan bahwa tidak semua kader KBM mengenal secara langsung sosok Soetardjo Soerjogoeritno, mengingat almarhum telah sepuh dan berasal dari generasi perjuangan terdahulu.
Meski demikian, jejak pemikiran dan kontribusinya tetap dirasakan. Nilai perjuangan dan pemikirannya tetap menjadi bagian penting dari sejarah organisasi.
Dirinya mengaku mengenal Mbah Tardjo terutama dalam konteks perjuangan politik, termasuk perannya di lingkungan Marhaen dan PDI pada masa kepemimpinan Suryadi.

(foto fornews.co/adam)
“Pak Soetardjo itu kami kenal sebagai sosok yang berada di samping Marhaen. Meski jejak rekam beliau di Marhaen tidak banyak diketahui generasi sekarang, di PDI khususnya pada masa PDI Suryadi kami sangat mengenalnya,” ungkapnya.
Bagio mengisahkan kedekatannya dengan Mbah Tardjo terutama saat masa perjuangan politik, terutama ketika dirinya menjabat sebagai anggota DPRD DIY.
Saat masih menjabat sebagai anggota DPRD DIY, Bagio mengaku sering berdiskusi dan berkonsultasi dengan Mbah Tardjo, terutama tentang dinamika politik antara daerah dan pusat.
“Banyak hal yang kami bahas, khususnya terkait dinamika dan kepentingan politik antara daerah dan pusat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kontribusi Soetardjo Soerjogoeritno atau Mbah Tardjo sangat berarti, terutama dalam memberikan arahan dan pandangan strategis bagi para kader.

Stevie S.W menantu Soetardjo Soerjogoeritno menyebut almarhum merupakan salah satu tokoh pendiri PDI Perjuangan.
“Saya mewakili keluarga besar Mbah Tardjo, Soetardjo Soerjogoeritno. Kami meyakini prinsip jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran dan kebersamaan keluarga besar Marhaen merupakan bentuk penghormatan yang luar biasa, terlebih bertepatan dengan peringatan Dirgahayu PDI Perjuangan ke-53.
Bersamaan mengenang jasa Mbah Tardjo, pada Jum’at malam, 8 Januari, digelar peringatan HUT Keluarga Besar Marhaen yang dilengkapi dengan kegiatan mocopatan Soerjo Guritna.
Mocopatan itu mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangan Mbah Tardjo.
“Beliau dikenal sebagai sosok yang selalu mengedepankan nilai-nilai budaya dan sosial. Oleh karena itu, kegiatan budaya seperti mocopatan ini kami lakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus pelestarian nilai yang beliau perjuangkan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap ziarah di Taman Makam Pahlawan itu dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda, agar tidak melupakan sejarah dan memahami bahwa apa yang dinikmati hari ini merupakan hasil dari sebuah perjuangan.
“Perjuangan itu adalah perjuangan rakyat kecil, perjuangan kaum Marhaenis, perjuangan tukang cilik yang menjadi ruh utama Marhaenisme,” tegasnya.
Selain ziarah, KBM DIY juga meresmikan penggunaan rumah kediaman Soetardjo Soerjogoeritno di masa lalu sebagai sekretariat KBM.
Peresmian itu menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan organisasi, sekaligus sebagai simbol kesinambungan perjuangan dan sejarah KBM.
Melalui kegiatan ziarah dan peresmian sekretariat, KBM DIY berharap semangat perjuangan almarhum dapat terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
















