JOGJA, fornews.co — Penutupan Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman berlangsung meriah di Sleman City Hall (SCH), Ahad, 11 Januari.
Salah satu agenda utama pada hari terakhir pameran tersebut adalah Gathering Komunitas Muhammadiyah Sleman yang dihadiri ratusan penggiat dakwah berbasis hobi dan pelayanan sosial.
Kegiatan ini menghadirkan tiga komunitas besar binaan Muhammadiyah Sleman, yakni Runnersmu, Ambulanmu, dan Bikersmu.

Kehadiran perwakilan pimpinan wilayah Muhammadiyah turut menegaskan dukungan organisasi terhadap pengembangan dakwah komunitas sebagai metode yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sekretaris Runnersmu Pusat, Afif, menyampaikan bahwa komunitas lari tersebut kini telah memasuki tahun ketiga dan memiliki lebih dari 700 anggota yang tersebar di berbagai daerah.
Menurutnya, Runnersmu tidak hanya mengampanyekan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana syiar Muhammadiyah dengan tetap menjunjung nilai-nilai Islam dalam aktivitas olahraga.
Sementara itu, Ambulanmu Sleman mencatat perkembangan signifikan sejak diresmikan pada Desember 2022.
Ketua Ambulanmu Sleman, Darojat, menyebutkan bahwa hingga awal 2026 pihaknya telah mengoperasikan 24 unit ambulans yang melayani 19 titik di wilayah Sleman.
Layanan tersebut mencatat rata-rata sekitar 1.000 layanan per bulan dan difokuskan untuk membantu masyarakat dhuafa.
“Ambulanmu menjadi garda terdepan pelayanan sosial Muhammadiyah sekaligus representasi peran Lazismu dalam kerja-kerja filantropi,” ujar Darojat.
Di sisi lain, komunitas Bikersmu Sleman yang baru berdiri pada Juli 2025 juga menunjukkan perkembangan pesat.
Dengan jumlah anggota sekitar 300 orang, Bikersmu Sleman tercatat sebagai komunitas roda dua Muhammadiyah terbesar di Daerah Istimewa Jogjakarta.
Perwakilan Bikersmu, Zainuddin, menjelaskan bahwa komunitas tersebut mengusung konsep “Dakwah Berbahagia” melalui kegiatan otomotif yang tetap bernilai religius.
Apresiasi atas capaian tersebut disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY bidang Lembaga Dakwah Komunitas, DR Ridwan Furqoni, MPI.
Ia menegaskan bahwa dakwah komunitas telah menjadi program prioritas Muhammadiyah secara nasional dan berawal dari inisiatif akar rumput di Sleman.
“Model dakwah ini merupakan jawaban Muhammadiyah terhadap tantangan sosial masyarakat modern,” kata Ridwan.
Melalui MSE#1, Muhammadiyah Sleman dinilai berhasil menunjukkan integrasi dakwah dengan sektor ekonomi, sosial, dan hobi, sehingga nilai-nilai keislaman dapat hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat, tidak terbatas pada forum formal keagamaan.
















