PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC gagal memenuhi target promosi ke Liga 1 setelah terdegradasi di akhir musim 2018. Laskar Wong Kito harus kembali berjuang di Liga 2 2020 untuk mendapatkan tiket promosi Liga 1 2021.
Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin mengatakan, setelah menjalani laga terakhir kontra Persiraja Aceh, Senin (25/11), seluruh anggota tim dibubarkan dan pulang ke kampung halaman masing-masing. Selain tak ada program dalam waktu dekat, kontrak pemain dan pelatih habis di bulan Desember 2019.
“Ya kewajiban manajemen tinggal membayarkan satu bulan gaji di Desember nanti. Setelah itu pemain berstatus bebas transfer,” ujar HZ, Rabu (27/11).
Menurut HZ, meski belum mengetahui kick-off Liga 2 2020, namun manajemen akan bergerak cepat menyusun tim. Manajemen ingin Sriwijaya musim depan memiliki komposisi pemain berkualitas dan solid.
“Sebelum mengontrak pemain, kita akan mendahulukan kontrak pelatih. Nanti pelatih yang akan memilih dan memastikan pemain berkualitas datang ke Sriwijaya,” tuturnya.
HZ menambahkan, manajemen belum tentu mempertahankan Kas Hartadi di kursi kepelatihan musim depan. Sebab akan ada evaluasi menyeluruh terhadap tim pascakegagalan promosi ke Liga 1.
“Untuk pelatih kepala kita masih mempertimbangkan beberapa nama. Ada Kas Hartadi, Keith Kayamba Gumbs, Budiharjo Thalib (Persik Kediri), dan Salahudin (Persis Solo). Kita tentunya berharap mendapatkan pelatih yang bisa mengangkat performa tim,” katanya.
Sedangkan untuk membantu tugas pelatih, Sriwijaya melakukan pendekatan kepada Ambrizal, Hilton Moreira, Firman Utina, dan Hartono Ruslan sebagai kandidat asisten pelatih.
“Untuk pelatih kiper kita masih percayakan kepada Ferry Rotinsulu,” ujar HZ.
Terpisah, Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengatakan, meski gagal membawa Sriwijaya promosi, namun dirinya masih menyimpan hasrat untuk menangani klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini di musim depan. Akan tetapi semuanya dikembalikan kepada keputusan manajemen Sriwijaya.
“Semua tergantung manajemen Sriwijaya. Kalau bagi saya, Palembang rumah kedua saya. Saya memulai karier dari pemain sampai pelatih di Palembang. Kalau manajemen Sriwijaya masih membutuhkan tenaga saya, ya saya siap,” tegasnya. (ije)

















