KAYUAGUNG, fornews.co – Musim kemarau yang tak kunjung usai sejak beberapa waktu lalu berimbas pada harga sayuran di pasar. Pantauan fornews.co di Pasar Kayuagung, Senin (21/10) harga sejumlah jenis sayuran seperti cabai, bawang dan beberapa jenis sayur lainnya terpantau fluktuatif.
Meski tidak terlalu memberikan pengaruh besar, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI melalui Kabid Perdagangan dalam Negeri mengungkapkan bahwa kondisi harga pasar saat ini bisa jadi karena dipengaruhi oleh kondisi di lapangan. Salah satunya dalam hal perawatan tanaman sayur.
“Kenaikan seperti harga cabai, itu tidak terlalu signifikan masih terjangkau jika dibandingkan dengan beberapa bulan lalu. Tidak ada masalah untuk harga sayur mayur,” ungkapnya.
Menurutnya, justru sayuran lokal seperti bayam, kangkung yang mengalami kenaikan karena persediaan tidak terlalu banyak dan hanya didatangkan dari petani lokal dengan harga mulai dari harga Rp2000/ikat jadi Rp3000/ikat. “Biaya penyiramannya yang mahal musim kemarau,” tambahnya.
Marni, salah seorang pedagang sayur mengatakan bahwa saat ini harga cabai Rp28 ribu perkilogram untuk cabai merah, Rp24 ribu untuk cabai rawit dan Rp26 ribu untuk cabai besar. Namun harga cabai ini setiap hari bisa terus berubah.
Tak hanya cabai, bawang merah dan bawang putih juga sedikit naik dengan harga Rp28 ribu perkilogram sementara bawang putih Rp24 ribu perkilogram. Kenaikan ini sendiri sudah lama terjadi meski perlahan.
Terkait kondisi kebutuhan pembeli, lanjutnya masih stabil atau tidak ada penaikan ataupun penurunan. “Kalau untuk stok barang terus ada, hanya saja kadang berkurang jumlahnya sehingga harganya tidak menentu,” jelasnya. (rif)
















