PALEMBANG, fornews.co – Kementerian Sosial (Kemensos) mengklaim sudah mengatasi penyakit campak dan gizi buruk di masyarakat Suku Asmat, Papua yang menjangkit sejak Desember 2017 hingga Januari 2018. Kemensos telah menurunkan timnya sejak Januari 2018.
Menteri Sosial RI, Idrus Marham mengatakan, dirinya atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berkunjung ke Asmat Papua untuk melihat kondisi penularan penyakit berbahaya itu.
“Tim tanggap darurat pertama telah bekerja dan sebagian besar sudah dapat diatasi. Tim tanggap darurat terdiri dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri ,Pemerintah Daerah dan juga elemen masyarakat sudah bekerja selama satu bulan lebih,” kata Idrus di SMA 1 Palembang, Senin (22/01).
Dalam pencarian korban yang terjangkit penyakit campak dan gizi buruk, Idrus mengatakan tim darurat terpaksa melakukan penelusuran atau sweeping dengan menggunakan boat, karena kendala yang dihadapi di Papua adalah sarana transportasi.
“Transportasi satu-satunya melalui sungai menggunakan boat. Dari satu distrik ke distrik yang lain, dari satu kampung ke kampung yang lain. Lama perjalanan melalui sungai hingga tiga jam, belum lagi berjalan ke dalam yang sangat jauh,” bebernya.
Dari hasil sweeping yang mereka lakukan, tim tanggap darurat mendapati setidaknya 7.230 orang yang terindikasi terjangkit campak dan gizi buruk.
“Dari jumlah itu sudah ditangani sebanyak 175 orang yang dirawat inap di rumah sakit dan sebagian lagi dirawat di aula gereja. Kemudian 399 orang rawat jalan, sehingga dapat disimpulkan tahap pertama tanggap darurat dapat mengatasi campak dan gizi buruk,” ungkapnya.
Untuk ke depan, Kemensos tengah memikirkan perawatan dan pembinaan suku Asmat Papua dengan merancang penanganan terpadu dari seluruh instansi terkait. Diharapkan penanganan terpadu ini dapat mengembangkan kehidupan masyarakat di Asmat Papua menuju pada kemandirian. (bas)

















