PALEMBANG, fornews.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, penyelesaian sertifikat tanah rakyat menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi pemerintah ke depan. Bahkan, Jokowi menebar ancaman pencopotan menteri terkait dari jabatannya jika tidak mampu mencapai target penyelesaian.
Hal itu diungkapkan Jokowi saat menyerahkan 5.534 sertifikat tanah kepada rakyat Sumatera Selatan di PSCC, Palembang, Senin (22/01). Menurut dia, sertifikat yang harus dikeluarkan di seluruh tanah air ini sebanyak 126 juta sertifikat. Namun hingga 2015 lalu baru 46 juta yang bisa dikeluarkan oleh dinas terkait.
“Itu artinya ada 80 juta sertifikat yang menjadi PR. Ini PR besar pemerintah. Biasanya setahun itu 500.000 sertifikat yang dikeluarkan, kalau seperti itu terus butuh 160 tahun untuk menyelesaikan sertifikat ini. Jadi PR kita itu besar untuk mengeluarkan 80 juta sertifikat dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya.
Dia menegaskan, soal pengeluaran sertifikat ini betul-betul menjadi salah satu target yang harus diselesaikan demi kesejahteraan rakyat.
“Jadi hati-hati Pak Menteri. Saya janjikan ke Pak Menteri, atau gak jadi menteri lagi kalau ini tidak selesai. Target saya tahun ini 7 juta sertifikat harus keluar dari BPN. Tahun depan 9 juta. Jadi BPN di Indonesia siap-siap gak tidur. Ya, namanya kerja begitu , saya kerja begitu, harus punya target,” katanya.
“Karena apa, setiap saya kunjungan ke desa, ke pelosok-pelosok di provinsi tanah air ini, rakyat selalu menyampaikan, pak ada sengketa lahan, ada sengketa tanah. Semuanya (permasalahan) sama, karena ada sertifikat yang belum diselesaikan,” sambung mantan Gubernur DKI Jakarta, ini.
Seperti biasa, Jokowi berpesan kepada masyarakat agar sertifikat yang telah diterima ini harus dijaga dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“Sertifikat itu diplastik, kalau genteng rumah bocor tidak kena hujan. Lalu difotokopi agar kalau yang aslinya hilang tidak susah ngurus di BPN kalau ada fotokopiannya. Kemudian, jika ingin disekolahkan boleh saja, tapi dikalkulasikan dulu, manfaatkanlah untuk kesejahteraan keluarga,” terangnya.
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia, Sofyan Djalil dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pada hari ini jumlah sertifikat yang dikeluarkan di Sumsel sebanyak 5.534 sertifikat untuk rakyat dan 490 sertifikat bidang tanah wakaf untuk tempat-tempat ibadah (masjid, musala, vihara,kelenteng, gereja).
Dari 5.534 sertifikat yang dikeluarkan ini, dikatakan Sofyan yang hadir hari ini sekitar 4.000 penerima, selebihnya hanya perwakilan dari masing-masing kabupaten. Di antaranya, Palembang 1.200 orang, Banyuasin1.348 orang, OKI 1.000 orang. Kemudian Ogan Ilir 220 orang, Muara Enim 200 orang, Prabumulih 100, OKU Timur 100 orang. Perwakilan OKU Selatan 27 orang, perwakilan Lubuklinggau 40 orang, perwakilan Empat Lawang 10 orang, OKU 101, Muba 30, dan Musi Rawas 60.
Dalam kesempatan itu juga, Jokowi menghadiahkan 3 sepeda kepada masyarakat setelah berhasil menjawab pertanyaan. Mereka adalah , Zul (Warga Gandus), Mulyadi (OKI) dan Yanti dari Muaraenim.
Adapun yang turut hadir dalam acara ini di antaranya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Zulkarnain, Kapolri Tito Karnavian, Menteri Perhububgan serta beberapa kepala daerah di Sumsel. (bas)

















