PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengklaim ketersediaan pangan di Sumatra Selatan saat ini cukup dan aman untuk tujuh bulan ke depan.
Herman Deru mengatakan, itu berdasarkan pengtungan Neraca Ketersediaan Pangan yaitu komoditas beras, jagung, daging sapi dan telur ayam ras yang semuanya mengalami surplus.
Di balik amannya stok pangan tersebut, Pemprov Sumsel berupaya meningkatakan ketersediaan pangan dengan memprioritaskan hasil produksi sendiri, dalam rangka memberikan pelayanan terhadap akses pangan bagi warga Sumsel.
“Pemerintah Provinsi akan bersinergi dan berintegrasi dengan Pemerintah Kabupaten/kota dalam penyelenggaraan cadangan pangan ini,” kata Herman Deru, menjawab Fraksi terkait Raperda Tentang Penyelenggaraan Pangan Pokok Provinsi, Kamis (311/01).
Adapun strategi yang akan dilakukan untuk penyelenggaraan cadangan pangan provinsi, kata Herman Deru, pihaknya akan mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif melalui perluasan lahan, cetak sawah dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa, baik lahan pasang surut maupun lahan lebak, guna meningkatkan itensitas pertanaman dan produktivitas lahan.
“Kita akan terus upayakan ada peningkatan produksi tanaman pangan. Terutama bahan pangan pokok berupa beras,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi, lanjut Herman Deru, akan mensinergikan Raperda Tentang Penyelenggaraan Pangan Pokok Provinsi dengan mensinergikan penegakan hukum terhadap Perda Nomor 21 Tahun 2014 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Sehingga diharapkan luas persawahan di Sumsel tidak semakin menyusut.
“Kita juga akan merangsang petani tetap melakukan usaha tani padi dengan cara perbaikan mutu, harga dan jaminan pasar beras. Melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat/ Toko Tani Indonesia,” tandasnya.(bas)
















