PALEMBANG, Fornews.co – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengingatkan seluruh sektor untuk terus menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Salah satunya dengan melakukan rehabilitasi lahan mangrove yang rusak.
Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri LHK, Irjen Pol Jhonny Siahaan saat memberikan sambutan di acara penanaman mangrove bersama Gubernur Sumsel di Pelabuhan Tanjung Api-Api dalam rangka Hari Mangrove Sedunia 2020, Senin (03/08).
Dikatakannya, ekosistem mangrove merupakan sumber daya lahan basah wilayah pesisir dan menjadi sistem penyangga kehidupan yang mengandung kekayaan alam dengan nilai tinggi. Mangrove sendiri berfungsi sebagai pelindung abrasi air laut serta tanaman penyimpan karbon.
Saat ini luas hutan mangrove di Indonesia berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2019 mencapai 3,31 juta hektare. Dari luasan tersebut, 2,67 juta hektare atau sekitar 81 persen ekosistem mangrove dalam kondisi baik. Sementara sisanya seluas 0,67 juta hektare atau 19 persen dalam kondisi kritis.
“Dari berbagai kajian akademik secara konsisten menunjukkan bahwa kehilangan mangrove terbesar di Indonesia dipicu oleh perluasan lahan tambak yang sangat masif. Selain itu juga, alih fungsi lahan menjadi pemukiman, perkebunan, sarana infrastruktur, penebangan ilegal serta pencemaran limbah juga menjadi penyebab utama tergerusnya lahan mangrove di Indonesia,” katanya.
Sejauh ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk merehabilitasi lahan mangrove. Hingga saat ini, luasan lahan mangrove yang telah direhabilitasi seluas 47.925 hektare. Ke depan, proses rehabilitasi akan dilakukan lebih masif lagi. Tidak hanya mengandalkan dana APBN. Tapi juga dana CSR perusahaan. Bahkan, pihaknya menargetkan merehabilitasi 1.000 hektare lahan tiap tahun.
“Minimal setiap tahunnya 1.000 hektare lahan mangrove yang rusak dapat direhabilitasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Musi, Siswo mengatakan pelestarian lahan mangrove di Sumsel dilakukan bekerjasama dengan sejumlah instansi dan forum masyarakat pecinta lingkungan. Bahkan, bersama dengan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Palembang.
Bahkan, dalam pelestarian hutan mangrove ini, pihaknya menyediakan bibit mangrove gratis bagi organisasi ataupun instansi yang ingin melaksanakan penanaman.
“Kami harap kedepan ini bisa jadi taman wisata mangrove seperti di Bali,” tutupnya. (lim)

















