PALEMBANG, fornews.co – Kabar duka datang dari sepak bola Indonesia. Pelatih timnas wanita, Satia Bagdja Ijatna, mengembuskan napas terakhir, Senin (03/08) malam.
Almarhum Satia Bagdja meninggal dunia sekitar pukul 20.45 WIB di Rumah Sakit Hermina Grand Wisata, Tambun, Bekasi. Menunggu pemakaman, rencananya almarhum disemayamkan di rumah duka di Kompleks Vila Nusa Indah, Jati Asih, Bekasi.
Siang tadi, Widya, menantu almarhum, memberikan informasi bahwa kondisi almarhum memburuk. Menurut tim dokter yang menangani kemungkinan bertahan hanya 20 persen karena kinerja semua organ tubuh sudah menurun.
“Ayah (Satia Bagdja) sudah meninggal. Mohon doanya untuk almarhum.Karena hasil tes swab ayah belum keluar jadi untuk pemakamannya masih menunggu dari rumah sakit apakah harus dengan protokol COVID-19 atau boleh dibawa pulang,” kata Widya, menantu almarhum Satia Bagdja.
Merunut perjalanan kariernya, Satia Bagdja dikenal dekat dengan sosok Rahmad Darmawan. Beberapa kali, lelaki kelahiran Jakarta, 9 Mei 1960, tersebut menjadi asisten Rahmad Darmawan di klub dan timnas Indonesia. Satia Bagdja menjadi asisten pelatih saat RD menangani Persikota Tangerang pada 2001, Sriwijaya FC, Arema Malang, Persebaya Surabaya, Persija, dan Timnas U23 pada 2011-2013.
Bahkan saat RD berkarier di Malaysia menangani T-Team, Satia Bagdja ikut sebagai salah satu asistennya. Setelah dua musim di Malaysia, keduanya pun berpisah. RD kembali ke Tanah Air kemudian kembali melatih Sriwijaya FC, sementara Satia Bagdja dipercaya menukangi timnas Indonesia wanita.
Musim lalu, Satia Bagja mencoba peruntungan dengan menakhodai tim Liga 2 Persiba Balikpapan. Namun kontraknya tak diperpanjang setelah gagal membawa tim berjuluk Beruang Madu promosi ke Liga 1.
“Saya merasa kehilangan (Satia Bagdja). Dua pertiga karier saya sebagai pelatih kepala selalu didampingi beliau,” ujar Rahmad Darmawan, Senin (03/08) malam.
Menurut pelatih yang saat ini menangani Madura United, sosok Satia Bagdja tidak hanya sebatas rekan kerja yang enak diajak diskusi soal sepak bola tapi juga seseorang yang begitu baik.
“Beliau itu teman, rekan kerja, kakak dan sudah seperti keluarga sendiri,” tuturnya. (ije)

















