PALEMBANG, fornews.co – Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berupaya menurunkan angka kemiskinan dengan konsep Social Care dan Smart Enterpreneur Province, Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumsel nomor urut 3, Ishak Mekki – Yudha Pratomo Mahyudin, meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan UMKM.
Ketua Tim Pemenangan Partai Demokrat Sumsel, Muhammad F Ridho menerangkan, Program Social Care and Smart Enterpreneur Province yang dicanangkan oleh Paslon Gubernur Ishak – Yudha ini sebagai bentuk jaring pengamanan sosial, dengan membantu langsung masyarakat yang tidak berdaya secara ekonomi dan sosial.
“Kita semua sudah tahu, program ini sudah lama disosialisasikan. Alhamdulillah, hari ini kita semua tim pemenangan Ishak Mekki – Yudha Pratomo sudah meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan UMKM. Nantinya jikalau Bapak Ishak Mekki dan Bapak Yudha Pratomo mendapat amanah dari masyarakat menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2018-2023, setiap masyarakat yang kurang mampu akan diberikan BLT sebesar Rp600ribu/tahun dan untuk UMKM akan ada bantuan sebesar Rp 10 Juta/tahun untuk 10 ribu UMKM,” terangnya, saat memberikan keterangan pers di Command Center (posko pemenangan) Ishak – Yudha, Rabu (06/06).
Ridho memaparkan, kemiskinan di Sumsel ini masih dikatakan tinggi. Ini terlihat dari data BPS tahun 2016 angka kemiskinan di Sumsel 13,77 persen, sedangkan di tahun 2017 angka kemiskinan masih diangka 13 persen lebih tepatnya 13,10 persen dari seluruh jumlah penduduk di 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel. Dari problem tersebut, pasangan Ishak Mekki – Yudha Pratomo berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berupaya menurunkan angka kemiskinan.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumsel itu melanjutkan, dari hasil kampanye dialogis Paslon Gubernur nomor urut 3 pun, menyerap aspirasi masyarakat yang kebanyakan mengeluhkan harga komoditi karet yang sangat rendah. Oleh karena itu, tercetuslah ide untuk membantu masyarakat dengan BLT dan mewujudkan Sumsel Lebih Baik dengan mengembangkan UMKM Sumsel lewat bantuan tersebut.
“Pembangunan di Sumsel ini memang kelihatan secara fisik, namun perekonomian masyarakat sayangnya tidak sejalan dengan perkembangan infrastruktur, karena masih banyak masyarakat yang daya belinya rendah akibat penghasilan yang kurang. Kita yakin dengan APBD Sumsel yang hampir menyentuh angka Rp 8 Triliun, Bapak Ishak Mekki dan Yudha Pratomo dapat membuat Sumsel lebih baik lagi,” ujarnya.
Sementara, Cagub Sumsel, Ir H Ishak Mekki mengatakan, program BLT dan UMKM berorientasi pada pembangunan Sumsel yang berasal dari masyarakat kembali pada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat bisa menerima manfaat langsung pembangunan Sumsel, karena setiap APBD Sumsel merupakan uang rakyat yang harus dikembalikan kepada rakyat melalui program pembangunan yang adil, merata, serta dirasakan langsung oleh masyarakat Sumsel,” katanya.
Mantan Bupati OKI dua periode ini menegaskan, target program BLT ini diantaranya untuk peningkatan gizi anak, kesehatan ibu dan bayi, serta daya beli masyarakat. Meningkatkan kualitas pelayanan pemprov terutama pelayanan kepada masyarakat kurang mampu. “Yang paling penting, setiap program yang sudah berjalan selama ini akan diteruskan bahkan kita tingkatkan untuk Sumsel Lebih Baik,” tandasnya. (tul)

















