PALEMBANG, fornews.co – Komunitas Hobi Kayu Sriwijaya punya cara sendiri untuk memperkenalkan kemahiran mereka, dalam mengolah dan merakit aneka kayu – kayu bekas menjadi suatu barang tertentu pada masyarakat Palembang.
Saat ngabuburit bareng komunitas di Dipo Cafe, Sabtu (26/05) sore, kelompok ini mempertontonkan ke pengunjung cafe, bagaimana cara mengelola kayu bekas menjadi suatu karya yang bernilai. “Ini cara membuat photo wood yang kita tampilkan untuk para tamu di Dipo Cafe ini, ” ujar M Taqwa, Ketua Komunitas Hobi Kayu Sriwijaya.
Taqwa menjelaskan, kegiatan ngabuburit bareng komunitas ini merupakan salah satu ajang memperkenalkan komunitas hobi kayu di Sumsel, yang para anggota tidak hanya di kota Palembang, melainkan dari Prabumulih, Baturaja, Ogan Ilir dan Pagaralam. “Tiap bulannya, anggota komunitas ini mengadakan kopdar (kopi darat) untuk bersilahturahmi serta Sharing tentang peralatan dan bahan finishing kayu” jelasnya.
Sesuai dengan namanya, anggota komunitas ini merupakan orang-orang yang memiliki hobi berkreasi dengan kayu, yang membicarakan soal furnitur apa yang bisa dibuat dari kayu, cara finishing, atau pengalaman terkait bisnis furnitur yang digeluti.
Meski begitu, bukan berarti para anggotanya adalah orang-orang yang ahli di bidang perkayuan. Profesi anggota komunitas ini sangat beragam. Mulai dari pegawai negeri sipil, mahasiswa, wiraswasta, hingga profesional bidang kayu (wood working). “Kita membentuk Hobi Kayu Sriwijaya ini karena memiliki kesamaan, yakni suka membuat produk kerajinan berbahan dasar kayu,” terangnya.
Taqwa memaparkan, saat membuat satu produk kerajinan, materialnya bukanlah kayu yang dibeli khusus. Mereka mengumpulkan limbah-limbah kayu dari pabrik yang sudah tidak terpakai. “Misalnya ada mobil di gudang pabrik yang membawa peralatan pecah belah, nah itu biasanya ada kayu bekasnya (palet),” paparnya.
Kayu palet ini, tambahnya, biasanya digunakan untuk menjaga barang agar tidak rusak. Kayu ini kemudian diolah menjadi furnitur-furnitur menarik. Seperti kotak tempat telepon seluler (ponsel), kursi duduk, rak buku, dan lainnya.
Sebelum membuat produk furnitur ini, mereka akan berkomunikasi melalui grup WhatsApp (WA) dan menentukan lokasi kumpul. “Biasanya kita kopi darat dari rumah ke rumah anggota Hobi Kayu Sriwijaya setiap minggu. Kita juga membuat kegiatan pelatihan bareng, dengan sponsor yang berkaitan dengan furnitur,” tandasnya.(tul)

















