PALEMBANG, fornews.co – Terdorong untuk membangun solidaritas dan menciptakan rasa empati antar sesama, komunitas otomotif Timor Owner Palembang (TOP) menggelar buka bersama dan berbagi berkah di Rumah Tahfidz Rahmat Palembang, Sabtu (24/4/2021).
Dalam sambutannya, Adit Dira, Ketua Umum TOP menjelaskan, kegiatan yang dilakukan itu sudah menjadi agenda rutin. Tujuannya selain menjalin silaturahmi, juga untuk membangkitkan semangat berbagi, terutama di Bulan Suci Ramadhan di tengah masa Pandemi. “Harapan kami, dari Timor Owner Palembang, melalui kegiatan ini bisa menjalin silaturahmi dan berbagi berkah terutama di Bulan Ramadan,” ujar Adit dalam keterangan tertulis yang diterima fornews.co, Sabtu.
Adit menjelaskan, acara yang mengusung tema “Raih Berkah Ramadhan dengan berbagi di Masa Pandemi” ini bukan hanya digelar di Palembang. Acara serupa juga dilakukan secara serentak oleh Timor Owner di seluruh Indonesia pada hari yang sama. Hal ini digelar sebagai upaya dalam meningkatkan silaturahmi dan juga meningkatkan kepedulian bersama, terutama pada saat Ramadhan di masa Pandemi.
“Kami berharap, dengan apa yang ada, dan apa yang kami bawa ke sini mohon diterima, semoga bisa membawa berkah kita semua,” tutur Adit.
Pada kesempatan yang sama, Pengasuh dan Pengalelola Rumah Tahfidz Rahmat (RTR) Palembang, Imron Supriyadi mengatakan, kehadiran TOP ke RTR Palembang menjadi bagian kehormatan dan kebahagiaan bagi lembaga yang dipimpinnya dan bagi para santri di RTR.
“Kami sangat mengapresiasi dan merasa terhormat dengan kedatangan kawan-kawan TOP. Sebab, satu tamu saja datang ke rumah kita membawa berkah, apalagi ini lebih dari satu. Insya Allah, semoga pertemuan ini membawa keberkahan kami, juga menjadi doa untuk kita semua,” katanya.
Saat ini di RTR sedikitnya ada 25 santri mukim (mondok 24 jam). Sementara 43 santri lainnya menjadi santri kalong atau santri yang pulang pergi, ada juga kelas dewasa berjumlah 15 orang. “Sementara ini kami mengelola santri putra. Ada dua santri putri, itu pun masih sekolah dasar kelas 3, yang sifatnya sementara karena masa pandemi,” tambahnya.
Dalam empat tahun pengelolaannya, RTR Palembang sudah melahirkan empat hafidz, antara lain Dedi Irawan yang saat ini sudah mendirikan Rumah Tahfidz “Generasi Quran” di Kertapati dan sedang menempuh studi di UIN Raden Fatah Palembang). Kemudian, ada Agus Alif saat ini mengajar di kelompok masyarakat dan Masjid Mualimin Palembang. Lalu, Adi Saputra santri asal Musi Banyuasin (MUBA) yanng saat ini mengajar di sejumlah Taman Pendidikan Al-quran (TPA) di desanya Muara Punjung Kabupaten Muba, dan Jaka Surya saat ini melanjutkan studi hafalan Quran-nya di salah satu pesantren di Palembang. (yas)
















