PALEMBANG, fornews.co – Konsul Jenderal RI Houston, Nana Yuliana melawat ke Palembang, Jumat (15/02). Lawatan ini dalam rangka penjajakan KJRI untuk bekerja sama dengan Palembang melalui program Sister City.
Kerja sama ini dilakukan karena adanya kemiripan antara Houston dan Palembang, yakni sebagai kota energi dan olahraga, serta pariwisata, ekonomi, hingga sumber daya manusia.
Nana Yuliana mengatakan, KJRI Houston sangat tertarik melakukan kerja sama dengan Palembang dalam berbagai hal, karena terdapat banyak kesamaan itu. Terutama pada potensi energinya.
“Sektor ekonomi pengusaha dari sana bisa kita hadirkan, dan nantinya kita lihat peluang apa yang bisa dilakukan. Juga melalui pendidikan kita menyandingkan universitas di Amerika dengan di sini, serta dengan perdagangan kita. Houston sendiri berada di 12 negara bagian dari Texas yang bisa mengeksplorasi untuk perdagangan dan investasi,” kata Nana Yuliana saat beraudiensi dengan Wagub Sumsel Mawardi Yahya, Jumat (15/02).
Nana melanjutkan, nanti akan ada tiga agenda kegiatan besar yang diselenggarakan di Houston oleh KJRI, salah satunya Indonesia Fashion Week pada Juli mendatang.
Nana berharap, Sumsel, khususnya Palembang dapat berpartisipasi untuk memperkenalkan kain songket khas Palembang di even tersebut.
“Diharapkan dengan adanya Sister City ini dapat saling menguntungkan antara Palembang dengan Houston,” imbuh Nana.
Nana menambahkan, KJRI memiliki salah satu tugas dalam meningkatkan hubungan wilayah kerja dengan Houston. Di mana KJRI di Houston memiliki strategi antara lain promotion, people to people connectivity, dan protection.
Sementara itu, Wagub Sumsel Mawardi Yahya menjelaskan, bahwa di Palembang khususnya Sumatra Selatan terdapat banyak hal yang bisa dikerjasamakan. Baik dalam bidang investasi maupun pariwisata, serta budaya. Salah satunya songket yang menjadi pakaian khas dari Sumatra Selatan.
Untuk itu, Mawardi akan berupaya mendorong kain songket khas Palembang agar dapat eksis di Amerika melalui program Sister City ini.
“Sekarang songket bukan hanya dipakai untuk hari besar, namun dipakai setiap hari. Tentu juga banyak perajin-perajin kita di daerah, maka kita harus dorong mereka agar bisa mengekspor ke luar negeri, salah satunya Houston, Amerika,” ungkapnya.
Dengan potensi ini, menurut Mawardi kerja sama lebih besar masih dapat dilakukan, karena hampir semua potensi tersedia di bumi Sriwijaya.
“Ini benar-benar bukan soal budaya saja, namun ada kerja sama saling menguntungkan, bila terjalin itu menjadi luar biasa,” ujarnya.
Demikian juga tentang pendidikan Sumsel, diharapkan juga ada kerja sama teknologi agar pengetahuan bisa lebih berkembang.(bas)

















