PALEMBANG, fornews.co – Dari riset yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2018, terjadi peningkatan signifikan kontribusi mitra GOJEK terhadap perekonomian Palembang. Jika di tahun 2017 kontribusi mitra GOJEK mencapai Rp287 miliar, nilai di 2018 melonjak drastis hingga Rp1,5 triliun.
“Namun ada yang membedakan. Studi di tahun 2017 hanya dilakukan pada dua layanan yaitu layanan roda dua (GO-RIDE) dan UMKM (GO-FOOD). Sedangkan di tahun 2018, studi mencakup mitra tiga layanan GOJEK yaitu layanan roda dua GO-RIDE, layanan roda empat GO-CAR, dan layanan pesan antar makanan GO-FOOD,” ujar Wakil Kepala LD FEB UI Dr Paksi CK Walandouw pada konferensi pers Dampak Sosial Ekonomi GOJEK Indonesia di Hotel Aston Palembang, Jumat (10/05).
Menurut Paksi, kontribusi yang semakin besar dari GOJEK menunjukkan bahwa teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, tidak hanya secara nasional namun juga bagi perekonomian daerah. GOJEK sebagai pemain utama industri teknologi di Indonesia telah menunjukkan kemampuan inovasi teknologinya untuk memperluas peluang penghasilan di daerah.
Dari studi LD FEB UI, kata Paksi, diketahui bahwa kontribusi mitra GOJEK terhadap perekonomian Palembang tahun 2018 sebesar Rp1,5 triliun berasal dari mitra GO-RIDE Rp690 miliar, mitra GO-CAR Rp236 miliar, dan mitra UMKM GO-FOOD Rp601 miliar.
“Dibandingkan penelitian tahun 2017, kontribusi mitra GO-RIDE ke perekonomian Palembang naik hampir tujuh kali lipat. Sedangkan untuk kontribusi mitra UMKM GO-FOOD kenaikan lebih dari tiga kali lipat. Pertumbuhan kontribusi mitra UMKM GO-FOOD ini antara lain disebabkan optimalisasi fitur teknologi GOJEK yang semakin gencar digunakan oleh mitra UMKM GO-FOOD,” papar Paksi.
Tidak hanya kontribusi secara ekonomi, lanjut Paksi, penelitian ini juga mendapati tiga manfaat utama yang dirasakan mitra pengemudi GOJEK, yaitu: mitra bisa mengatur waktu kerja, mitra bisa lebih membiayai keluarga, dan mitra memiliki waktu lebih bersama keluarga.
“Hasil penelitian kami juga mendapati fakta bahwa penghasilan mitra GOJEK di atas UMK. Dengan meningkatnya penghasilan mitra berdampak pada daya beli dan kemampuan menabung. Saat UMKM bergabung dengan GO-JEK ada peningkatan volume transaksi. Lalu di awal banyak ojek pangkalan yang beralih menjadi mitra GOJEK, tapi sekarang banyak pegawai swasta yang juga menjadi mitra. GOJEK saat ini bukan lagi sampingan, tapi bagi sebagian besar mitra sudah menjadi pekerjaan utama,” tutur Paksi.
Pada riset 2018, Palembang merupakan salah satu dari 9 kota lainnya di Indonesia yang menjadi wilayah penelitian. Riset dilakukan November-Desember 2018 dengan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka. Adapun penentuan responden dilakukan dengan simple random sampling daru database mitra yang aktif dalam tiga bulan terakhir.
“Ada 535 mitra yang menjadi responden di Palembang dengan rincian mitra GO-RIDE 385 responden, mitra GO-CAR 50 responden, dan mitra UMKM GO-FOOD 100 responden. Sampel penelitian ini mewakili populasi mitra pengemudi dan mitra UMKM di wilayah penelitian,” tukasnya. (ije)

















