BATURAJA, Fornews.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mendapati dua KTP Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif pada berkas yang diserahkan salah satu partai politik (Parpol).
Komisioner KPU OKU, Divisi Hukum Doni Mardianto mengungkapkan, dua KTP PNS tersebut, didapati saat pihaknya melakukan penelitian berkas Parpol peserta Pemilu 2019 mendatang. Menurutnya, temuan tersebut hanya sebatas pendataan saja, dan akan dimasukan dalam berita acara (BA).
“Ya nanti kita buat berita acara (BA) dulu terkait hal tersebut yang akan ditembuskan ke seluruh Parpol, Panwaslih dan KPU Pusat,” kata Doni Kamis (26/10).
Ia menjelaskan, dalam berita acara tersebut setiap Parpol yang tidak sesuai dan tidak memenuhi syarat harus melakukan perbaikan tanggal 18 November 2017 mendatang. Kemudian, untuk KTP yang tidak memenuhi syarat, Parpol bersangkutan harus memperbaiki dengan mengganti KTP tersebut dengan yang baru.
“Kami tinggal menunggu hasil dari Parpol tersebut, dan prosesnya masih panjang. Saat Parpol tersebut mengganti KTP atau KTA, mereka harus memperbaiki dari KPU pusat terlebih dahulu, dengan mengganti Sipol yang ada di pusat. Setelah itu, baru partai tersebut kembali ke KPU OKU, untuk mengganti KTP PNS tersebut,” terang Doni.
Disinggung jumlah Parpol yang berkasnya sudah diteliti oleh KPU, Doni mengaku, baru beberapa partai yang berkasnya sudah diteliti dan diinput atau diunggah ke KPU RI.
“Yang sudah kita teliti dan dinyatakan lengkap serta diinput ke data KPU RI, baru Partai Golkar, Garuda, PSI dan Partai Berkarya. Yang lain masih diteliti, karena waktunya masih panjang yakni 15 November mendatang,” imbuhnya.
Lebih jauh disampaikan Doni, jika pebelitian berkas sudah selesai dilakukan, baru menuju pada tahapan selanjutnya yakni verifikasi faktual, yang akan melakukan pembuktian berkas Parpol dengan mendatangi kantor sekretariat partai serta anggota partai yang ada di dalam dokumen Sipol.
“Hanya saja kita mengalami kendala saat melakukan penelitian berkas, hard copy yang diserahkan partai banyak yang kabur, sehingga menyulitkan kami saat melakukan pencocokan berkas,” tukasnya. (gus)

















