MUARADUA, fornews.co – H-5 pencoblosan Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPUD) OKU Selatan, mulai mendistribusikan logistik berupa kotak dan bilik suara ke PPK yang tersebar di 19 kecamatan di daerah tersebut.
Pendistribusian tahap pertama ini langsung dilepas oleh Ketua KPU OKU Selatan Ade Putra Martabaya SH, Kapolres AKBP Deny Agung Andriana SIK MH, Ketua Bawaslu Herry Afrizon SH dan Unsur prnyelenggara pemilu terkait lainnya, Jumat (12/04).
Ketua KPUD OKU Selatan, Ade Putra Martabaya SH mengatakan bahwa tahap pertama ini pihaknya mendistribusikan kotak dan bilik suara ke daerah yang jauh yakni Dapil III yang meliputi Kecamatan Mekakau, Banding Agung, Wakuk Ranau Selatan dan Kecamatan Buay Pematang Ribu.
“Untuk tahap pertama ini khusus ke Dapil itu. Karena kita akan mendistribusikan ke daerah yang jauh terlebih dahulu,” katanya dibincangi usai melepas pendistribusian kotak dan bilik tersebut.
Dikatakan Ade, ada lebih dari 2.000 kotak dan bilik suara yang distribusikan ke tingkat PPK di empat kecamatan pada tahap pertama ini menggunakan belasan truk. “Kemudian untuk kecamatan lain akan segera menyusul,” katanya.
Sementara itu, Kapolres AKBP Deny Agung Andriana SIK MH mengimbau, kepada para sopir yang mengemudikan truk yang bermuatan kotak dan bilik suara untuk berhati-hati dan menjaga supaya dalam pelaksanaan Pemilu di kabupaten setempat dapat berjalan lancar.
“Selama ini kalian terbiasa membawa jagung dan pasir. Jangan samakan mengemudikannya kalau bermuatan kotak dan bilik suara ini. Harus pelan-pelan agar tidak rusak,” kata Deny.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten OKU Selatan, Hery Afrizon SH menyampaikan, dari topografi Kabupaten OKU Selatan, yang berbukit dan masih banyaknya daerah yang terisolir membuat ratusan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilu 2019 masih sulit dijangkau oleh kendaraan maupun jaringan telekomonikasi seluler.
Data yang diperoleh dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten setempat mencatat jika keseleruhan TPS yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda dua dan tidak memiliki jaringan telekomonikasi jumlahnya mencapai ratusan yang tersebar di 19 kecamatan yang ada.
“Untuk TPS yang kategori sulit dijangkau kendaraan roda dua sebanyak 144 TPS. Sedangkan TPS yang sulit bahkan tidak bisa dijangkau jaringan telekomonikasi seluler sebanyak 110 TPS dari total keseluran yang berjumlah 1.273 TPS”, katanya.
Dengan kondisi tersebut, kata dia, menjadi tantangan sendiri bagi penyelenggara pemilu diwilayah itu. Apalagi untuk pemilu kali ini logistik yang akan di distribusikan ke TPS tidaklah sedikit.
“Untuk jajaran kita di Bawaslu telah menyipkan strategi khusus dilapangan dalam pengawas di TPS tersebut. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan ” katanya, seraya mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut berpatisipasi dalam peroses menyukseakan pesta demokrasi yang akan di gelar pada 17 April mendatang. (sub)
















