SEKAYU, fornews.co – Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2021 menjadi monen bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) untuk memotivasi atlet dan pelatih dengan memberi suntikan donasi.
Donasi tersebut diberikan langsung oleh Bupati Muba, Dodi Reza Alex, berupa uang tunai kepada atlet dan pelatih milik Bumi Serasan Sekate di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Jumat (10/9/2021).
Ada 15 atlet Muba yang lagi masa persiapan PON XX Papua diberi uang saku sebesar Rp1.000.000. Lima pelatih asal Muba yang juga lagi masa persiapan PON XX Papua masing-masing Rp1.250.000 persiapan PON. Berikutnya, enam atlet Peparnas untuk persiapan PON masing-masing Rp1.000.000, 15 atlet untuk persiapan Porprov masing-masing Rp1.000.000. Lima pelatih persiapan Porprov sebesar Rp1.250.000 dan 28 atlet PPLPD masing-masing Rp1.000.000.
Dodi menyampaikan, bahwa peringatan Haornas tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kondisi ini bukan hanya di Muba saja, tapi seluruh daerah juga demikian karena situasi pandemi.
Namun, sambung dia, dalam pembinaan olahraga pihaknya tetap konsisten, tanpa adanya pemotongan anggaran sepeserpun, walau baru saja habis-habisan recofussing anggaran akibat pandemi.
“Ini kita lakukan karena kita tahu bahwa olahraga adalah salah satu sektor esensial pembanguan bangsa, dan kesehatan tidak terlepas dari olahraga,” ujar Dodi Reza dihadapan atlet.
Dodi menegaskan, Kabupaten Muba harus mempertahankan juara umum, karena olahraga di Muba adalah kebanggaan dan milik semua rakyat Muba. Atlet adalah patriot olahraga yang berjuang membawa nama daerah. Rakyat Muba sangat bangga kalau nama daerah dikenal bukan hanya di sektor SDA nya saja, maka daerah akan maju kalau rakyat cinta olahraga.
“Sebanyak 650 atlet dan pelatih terbaik Muba yang akan bertanding pada Porprov mendatang, ayo kita bawa kembali gelar juara ke Kabupaten Muba. Khusus atlet Porprov yang akan berlaga di OKU raya nanti, saya sudah intruksikan ketua KONI, bagi atlet peraih medali bonusnya akan di bayarkan di tempat sebelum keringat kering,” tegas dia.
Dodi melanjutkan, atlet yang akan berlaga di cabang reguler atau atlet disabilitas tetap harus diurus dengan baik, jangan nanti saat mau berangkat bertanding baik PON maupun Porprov malah atlet atau pelatih di dalamnya ribut. Misalkan honor/gaji para atlet dan pelatih tidak dibayarkan, sarana dan prasarana tidak disediakan.
“Bagaimana mau bertanding kalau tidak serius diurusi, oleh karena itu di peringatan Haornas, kita harus semangat yang baru untuk mempertahankan juara umum Porprov dan atlet PON bawa pulang prestasi,” terang dia.
Sementara, Kepala Dinas Pemuda Olahaga, Muhammad Fariz meuturkan, pembinaan olahraga para atlet tidak semata-mata mengejar medali, namun sekarang sport development index sudah ada sembilan dimensi yaitu, kebugaran, partisipasi, ruang terbuka, SDM, literasi fisik, ekonomi,kesehatab dan perkembangan personal.
“Persiapan Porprov saat ini kami bersama KONI sudah melakukan dengan maksimal, dari persiapan, vaksin atlet dan pelatih dan tim kesehatan serta pendukung lainnya juga sudah disiapkan,” tutur dia.
Fariz menambahkan, atlet PON XX asal Muba ada 24 orang, terdiri dari 2 atlet Atletik, 4 atlet Panjat Tebing, 5 atlet Dayung, 1 atlet Bermotor, 5 atlet Pencak Silat, 1 atlet Taekwondo, 2 atlet Catur, 5 atlet Tenis lapangan, 1 atlet Sepak Takraw, 2 atlet Voli Pasir dan 1 atlet Bulu Tangkis. (aha)
















