PAMEKASAN, fornews.co – Sriwijaya FC tak mampu membendung keperkasaan Madura United yang bermain di hadapan ribuan pendukungnya di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Sabtu (7/4) sore. Laskar Wong Kito menyerah 0-3 dari Laskar Sape Kerap.
Hamka Hamzah dkk sebenarnya sanggup mengimbangi permainan cepat yang diperagakan Greg Nwokolo dkk. Namun ditekan sejak awal, lini belakang SFC yang belum siap sempat dikejutkan dengan hukuman penalti di menit 3 setelah wasit Dodi Setia Purnama menilai N’diaye handsball di kotak terlarang. Beruntung, eksekusi penalti Zah Rahan bisa diantisipasi dengan baik oleh Teja Paku Alam sehingga gawang SFC selamat dari gol cepat lawan.
Permainan di bawah terik matahari membuat adrenalin pemain meningkat. Benturan demi benturan terjadi dengan keras. Meski demikian, gesekan antarpemain seolah dibiarkan wasit Dodi.
MU benar-benar mengurung SFC. Kecepatan sayap Zah Rahan di kiri dan Greg di kanan benar-benar dimaksimalkan MU. Setidaknya MU mendapatkan tiga peluang emas di sepanjang babak pertama. Namun kesigapan Teja membuat gawang SFC aman. Hingga turun minum tak ada gol tercipta.
Memasuki paruh kedua, MU kembali menggebrak pertahanan SFC di menit-menit awal. Namun rapatnya pertahanan SFC membuat peluang tuan rumah bisa dimentahkan.
Petaka bagi SFC datang di menit 81. Mahamadou N’diaye harus keluar lapangan usai diganjar kartu kuning kedua karena dinilai melanggar Zah Rahan beberapa meter dari kotak penalti. Padahal jelas-jelas Zah Rahan yang menabrak N’diaye. Eksekusi tendangan bebas yang diambil Greg Nwokolo di menit 83 ditanduk Fabiano Beltrame yang tak terjaga dan sukses menjebol gawang SFC dan membuat skor 0-1.
Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh MU. Hanya berselang dua menit, Laskar Sape Kerap kembali mencetak gol. Berawal dari salah pengertian pemain SFC di tengah lapangan, bola direbut pemain MU dan melakukan serangan balik cepat. Bayu Gatra yang merangsek ke kotak penalti memberikan umpan kepada Zah Rahan yang muncul dari belakang dan dengan bebas melepaskan sepakan mendatar yang memperdayai Teja.
MU semakin menambah derita SFC setelah pemain pengganti Bayu Gatra mencetak gol ketiga di menit 90+2 usai menuntaskan umpan Zah Rahan. Sehingga pertandingan ditutup dengan skor akhir 0-3.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengucapkan selamat kepada Madura United atas kemenangannya. Di sisi lain RD tetap mengapresiasi pemainnya yang telah tampil bagus.
“Di babak pertama anak-anak mampu mengimbangi permainan Madura. Sampai akhirnya kartu merah N’diaye membuat semuanya berubah,” kata RD pada postmatch conference di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu (7/4) sore.
Menurut RD, gol pertama Madura tercipta karena para pemain belum siap mengantisipasi set piece dengan kehilangan satu pemain. Sehingga Fabiano bisa melepaskan sundulan dengan bebas tanpa kawalan.
“Bermain 11 lawan 11 saja cukup sulit mengatasi Madura, apalagi kami kehilangan pemain. Tapi apapun itu, ini baru awal kompetisi, kami pernah seri, menang dan ini kalah. Yang terpenting bagaimana anak-anak merespons hasil ini untuk kembali bangkit,” tutur RD.
Sementara itu Pelatih Milomir Seslija sangat senang atas kemenangan ini. Menurutnya, Greg Nwokolo dkk bermain penuh semangat dan motivasi mengalahkan SFC yang bermaterikan pemain bintang. Selain memuji seluruh pemain yang bermain bagus, Milo memberikan apresiasi khusus kepada sosok Zah Rahan. Meski gagal mencetak gol di menit-menit awal pertandingan, namun Zah Rahan menjadi motor serangan MU.
“Zah Rahan main bagus. Dia gagal cetak gol penalti tapi dia terus berusaha memberikan penampilan terbaik. Bahkan dia buktikan sebagai profesional karena tidak takut cetak gol ke gawang mantan timnya Sriwijaya. Itu dia buktikan dengan mencetak gol, beri assist dan juga menjadi penyebab gol pertama dari tendangan bebas setelah dia dilanggar. Terima kasih dan apresiasi saya buat Zah Rahan,” tutur Milo. (ije)

















