YOGYAKARTA, fornews.co—Guna membantu masyarakat memberikan asupan gizi terhadap balita di masa pandemi Covid-19, warga RW 09 Kampung Kauman, Kelurahan Gunungketur, Kecamatan Pakualaman, melakukan gerakan dapur sehat balita.
Gerakan dapur sehat balita itu, sebagai upaya pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita untuk mencegah stunting sekaligus juga mendukung program posyandu.
Gerakan bagian dari ngluwihi dan mbagehi itu, dilakukan secara mandiri yang didukung kelompok lorong sayur, budidaya lele bohay dan bank sampah.
“Ini merupakan bagian dari ngluwihi dan mbagehi, saling membantu sesama. Nilai mungkin tidak banyak, tapi yang paling penting adalah partisipasi dari warga itu sendiri,” apresiasi Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, kepada warga Kauman RW 09, Pakualaman.
Wakil Wali Kota Yogya itu bangga terhadap kepedulian warga Kauman RW 09 yang ikut membantu masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19).
Pihaknya sangat menyambut baik—kekuatan dan kekompakan—warga Yogyakarta yang melakukan gerakan dapur balita sehat hingga masa pandemi berakhir.
Heroe Poerwadi mengungkapkan, UNESCO telah mengetahui gerakan sosial dari masyarakat Yogyakarta di masa pandemi dengan membuat dapur balita sehat.
Kepada UNESCO, Wakil Wali Kota Yogyakarta melaporkan, bahwa 14 kecamatan dan 26 kelurahan di Yogyakarta sudah terdapat 39 dapur sehat.
“Saya sampaikan bahwa di Kota Yogyakarta kekuatan partisipasi masyarakat sangat tinggi, hal inilah yang membantu Pemkot Yogyakarta menangani pandemi Covid-19,” bebernya saat webinar sharing dengan UNESCO.
Sementara itu, Ketua RW 09 Kauman, Tri Kusumo Bawono pada Rabu (19/8/2020) mengatakan, gerakan dapur balita sehat muncul dan diinisiasi oleh TP PKK Kota Yogyakarta yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
“Gerakan ini muncul dan diinisiasi oleh TP PKK Kota Yogyakarta di masa pandemi Covid-19,” katanya.
Gerakan ini, lanjut Tri, tumbuh dari swadaya masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Dijelaskan Tri, bahwa dapur balita sehat itu bukanlah program dari posyandu dan akan diselenggarakan dua kali setiap bulan.
“Insha Allah dapur sehat akan berkelanjutan dilaksanakan, walaupun masa pandemi nanti berakhir,” pungkasnya. (adam)

















