PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru memastikan status lahan untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sudah clean and clear. Artinya tidak ada permasalahan dengan pembebasan lahan atau sengketa sehingga pembangunan bisa segera dimulai.
Dalam paparannya, Deru menjelaskan secara detail bahwa sejak tahun 2016 Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sudah menetapkan Rencana Induk Pembangunan (RIP) terkait pembangunan pelabuhan tersebut. Bahkan dalam Feasibility Study yang telah dibuat PT Pelindo, tanah ini termasuk area pengguna lain yang telah diberikan Kemenhut sesuai surat Nomor 806 Tahun 2014. Terdata ada seluas 600 hektare lahan yang kemudian dipotong untuk kebutuhan jalan sehingga luas lahan bersih menjadi 461 hektare.
“Dan lahan itu tidak ada satupun menggunakan tanah pihak lain. Ini semua milik Pemprov Sumsel seluas 461 hektare,” terang Deru saat menerima Menhub RI Budi Karya Sumadi dan rombongan yang melakukan kunjungan kerja ke Sumsel di Gedung VVIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Sabtu (20/2/2021).
Deru mengatakan, sesuai desain awal dalam rencana Induk pembangunan (RIP), Pelabuhan Tanjung Carat akan dibangun dengan draft kedalaman 12-15 meter. Jalan penunjang ke pelabuhan ini sejauh 7 kilometer juga sudah disetujui Kementerian PUPR, bahkan sudah dilakukan pengerjaan permulaan di jalan tersebut.
Sementara jika menggunakan opsi kedua dengan draft kedalaman 5-6 meter harus dilakukan pelepasan kawasan hutan kembali dengan mengajukan permohonan kembali ke Kemenhut.
“Dalam rapat terakhir, ada opsi kedua dengan draft kedalaman 5-6 meter. Kita tentu ingin desain pertama karena pemeliharaannya tidak mahal dibandingkan dengan draft 5-6 meter. Apalagi jarak opsi kedua ini masih jauh dengan laut lepas ini,” kata Deru.
Menurut Deru, meski anggaran pembangunan jika memilih opsi pertama cukup fantastis, namun hal itu bisa disiasati dengan memodifikasi desain konstruksi.
“Jadi titik lokasinya tetap di sana (titik awal), desain konstruksinya saja yang diubah agar pemeliharaannya ke depan tidak mahal,” ucap Deru.
Deru pun menyampaikan arti penting Pelabuhan Tanjung Carat ini bagi Sumsel. Menurutnya, jika pelabuhan ini terwujud, maka untuk melakukan ekspor berbagai komoditasnya, Sumsel tidak harus mengirimnya melalui pelabuhan di Bengkulu atau Lampung seperti yang selama ini dilakukan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan, sebelum mengarah kepada pembangunan pelabuhan tersebut, pihaknya saat ini memang terlebih dulu ingin memastikan soal kepemilikan lahan serta kedalaman dan sedimentasi di lokasi.
“Makanya hari ini kita ingin kunjungi tempat yang akan dijadikan salah satu sub pelabuhan di Indonesia yakni Tanjung Carat,” ujar Menhub.
Kunker ini menurut Menhub untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo yang menginginkan agar pelabuhan tersebut segera dibangun tahun ini dan selesai tahun 2023. Sehingga pihaknya punya waktu sekitar 2 tahun untuk menyelesaikan semua proses pembangunan.
“Karena itu, status kepemilikan tanahnya harus benar-benar beres. Kepemilikan tanah ini menjadi suatu kunci supaya kita lebih confidence,” tegasnya. (ije)
















