KALBAR, fornews.co – Laksmi orangutan yang pernah direhabilitasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat terpantau melahirkan bayi orangutan di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.
Pejabat kepala BKSDA Kalimantan Barat mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap Laksmi sejak pertama dilepasliarkan pada 2017 lalu.
“Kelahiran satu orangutan ini menambah daftar panjang kelahiran orangutan,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, RM. Wiwied Widodo, kepada jurnalis.
Baca: Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan di Sumut dan Jambi Terima 11 Orangutan Hasil Repatriasi
Bahkan, kata dia, secara alami termasuk lestarinya habitat rumahnya di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).
Diketahui Laksmi muncul pada 25 Januari 2023 terpantau oleh tim monitoring dalam keadaan sehat.
Informasi kelahiran bayi orangutan itu diperoleh dari Kepala Camp Monitoring Orangutan Teluk Ribas, Gregorius bersama tim monitoring.
Namun, pihak BKSDA belum memastikan jenis kelamin orangutan yang baru lahir itu.
Laksmi adalah orangutan betina yang ditemukan oleh polisi saat hendak dibawa oleh orang tak dikenal di Pontianak.
Baca: Selamatkan Pertiwi Orangutan yang “Terpenjara” di Kebun Sawit
Polisi kemudian menyerahkan Laksmi ke Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) Ketapang saat masih berusia 3 tahun sekira tahun 2011 silam.
Selama di YIARI Laksmi dilatih untuk bisa bertahan hidup di alam bebas.
YIARI merehabilitasi Laksmi persis seperti orangutan yang ikut induknya sampai umur 7-8 tahun.
Setelah proses rehabilitasi selama 6-7 tahun, Laksmi bisa dipastikan siap untuk dilepasliarkan.
BKSDA berharap Laksmi dapat terus berkembangbiak di alam bebas sehingga populasi orangutan dapat terus bertambah. (adam)
















