PALEMBANG, fornews.co – Untuk kali ketiga secara beruntun Sriwijaya FC meraih hasil imbang di Liga 1 2018. Bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Laskar Wong Kito ditahan imbang PSM Makassar tanpa gol.
Meski bermain di kandang, namun SFC tak mampu memaksimalkan laga. Bahkan secara mengejutkan Juku Eja mampu menampilkan permainan agresif yang menyulitkan Laskar Wong Kito.
“Kita hari ini mengawali laga kalah inisiatif menyerang. PSM bermain diluar perkiraan. Sejak awal laga mereka sudah menerapkan man marking pemain kita. Mereka juga melakukan permainan keras dengan melakukan benturan keras yang memancing pemain kita. Dan sayangnya pemain kita terpancing permainan keras PSM,” kata Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan pada post match conference, Sabtu (28/4) sore.
Diakui RD, ada beberapa kondisi yang lambat diantisipasi pemain di pertandingan tadi. Sehingga hal itu membuat SFC berbalik tertekan.
“Babak pertama praktis kita cuma punya satu peluang. Babak kedua mulai ada perubahan tapi permainan kombinasi terkendala stamina yang menurun. Sepanjang laga cuma ada lima kombinasi permainan yang berujung tiga peluang. Tapi kurang tenangnya eksekusi membuat peluang tak mampu dikonversi menjadi gol,” tutur RD.
“Terima kasih kepada seluruh pemain yang sudah mengeluarkan kemampuan maksimal, walau hasilnya kurang menggembirakan,” imbuh RD.
Sementara itu, Pelatih PSM Makassar Robert Alberts mengatakan, mengakhiri laga imbang merupakan hasil yang bagus dan sesuai harapan. Diakui Robert, SFC merupakan tim bagus, dengan serangan yang tajam. Oleh karena itu dirinya telah mempersiapkan strategi untuk meredam permainan SFC.
“Pemain sukses menjalankan strategi yang sudah kita persiapkan pada latihan untuk meredam SFC. Kita juga punya setidaknya tiga kesempatan mencetak gol. Andai bisa dimaksimalkan, hasilnya akan lain. Saya kira kita kurang beruntung saja,” ujar Robert. (ije)

















