JAKARTA, fornews.co – Bupati Banyuasin Askolani memprakarsai diskusi dengan tema “Membangun Kabupaten Banyuasin melalui Investasi” di Hotel Borubudur Jakarta, Kamis (07/11) malam. Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah Republik Indonesia, Jerry Lumelle.
Jerry pun mengapresiasi langkah Pemkab Banyuasin ini yang menandakan daerah ini melek investasi. Bahkan Jerry pun menyatakan lembaganya siap membantu Kabupaten Banyuasin untuk memasukkan investasi ke daerah itu.
“Semoga program pembangunan di Kabupaten Banyuasin dapat terwujud dengan baik dan lancar di bawah kepemimpinan H Askolani. Karena bupati sudah komitmen untuk membantu kelancaran investasi yang masuk ke Banyuasin. Dan inilah yang diharapkan oleh investor,” ujar Jerry.
Malam itu Jerry hadir bersama dua investor. Di hadapan bupati dan jajarannya, Jerry memperkenalkan kedua investor yaitu Mr. Jonny Leonardy dari China selaku President Commissioner of Shandong ASAH International Trading Co., Ltd. and Shandong HDA Internasional Invesment Co., Ltd. Sedangkan investor dari Vietnam bernama Mr. Chuong Vo, selaku Chief of ILDC (International Local Development Consortium) Vietnam.
Menurut Jerry, pihaknya siap memfasilitasi provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki prospek investasi, namun belum dilirik investor. Terlebih lagi lembaga ini mendapat amanah langsung dari Presiden Joko Widodo untuk mendorong kemajuan daerah dari sisi investasi.
“Termasuk Kabupaten Banyuasin tentunya. Karena melalui proyek investasi di bawah Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah akan menciptakan lapangan kerja yang banyak,” kata Jerry.
Saat diskusi berlangsung, Bupati Banyuasin H Askolani didampingi Pj Sekda, Asisten I, Staf Khusus, Kepala Bappeda, Kadis Perkimtan, Kadis Lingkungan Hidup, dan Direktur PDAM Banyuasin serta sejumlah staf lainnya.
Bupati Banyuasin H Askolani mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah RI yang sudah hadir bersama investor. Askolani berharap dari pertemuan ini, investor dari China dan Vietnam ini bisa merealisasikan investasinya di Kabupaten Banyuasin.
“Kami berharap investor mau berinvestasi di Banyuasin. Apakah di bidang infrastruktur, kesehatan, pembangkit listrik, pariwisata, utilitas wilayah, air bersih, atau pengolahan sampah,” kata Askolani.
Diakui Askolani, Banyuasin memiliki wilayah yang sangat luas. Potensi sumber daya alamnya juga melimpah. Bermodalkan kekayaan SDA inilah, Pemkab Banyuasin ingin mengembangkan daerahnya dengan cara mengundang investor dari luar.
Di hadapan investor dari China dan Vietnam, Bupati Banyuasin yang diwakili Kepala Bappeda Erwin Ibrahim, memaparkan kondisi umum, isu strategis dan potensi SDA yang ada di Kabupaten Banyuasin. Salah satunya adalah rencana pengembangan wilayah KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Kawasan ini menjadi pintu gerbang ekonomi jalur perdagangan Sumatra-Jawa, Bangka Belitung, Kalimantan dan negara-negara ASEAN sebagai kawasan terintegrasi.
Untuk mengelola dan mengembangkan potensi daerah tersebut, Pemkab Banyuasin membutuhkan alokasi dana yang besar yang saat ini belum tercover APBD. Apalagi APBD Banyuasin 40% dialokasikan untuk belanja pegawai. Dengan kondisi ini, pihaknya mesti mencari skema pembiayaan diluar APBD, termasuk mengundang investor untuk datang berinvestasi.
“Semoga setelah pertemuan ini, bisa ditindaklanjuti ke tahap lebih serius dengan melakukan MoU dengan kedua investor,” tutur Askolani.
Dari hasil diskusi malam itu, disepakati ada tiga sektor yang menjadi prioritas investasi di Banyuasin, yakni air bersih (PDAM), pengolahan sampah, dan rumah sakit. Selain ketiga bidang itu, sektor lainnya seperti pertanian, infrastruktur (jalan dan jembatan), pariwisata, pusat olahraga, pusat bisnis dan pelabuhan, juga berpotensi digarap investor. Rencananya, bussiness plan investasi di Banyuasin segera dirancang oleh Bupati Askolani bersama jajarannya untuk menjadi data awal bagi investor.
“Untuk merealisasikan kerja sama ini, kami butuh disediakan sistem perencanaan yang matang, data yang akurat, serta perizinan yang lengkap. Pemkab Banyuasin kami harap memenuhinya,” ujar Mr. Jonny Leonardy.
Bahkan dalam waktu dekat, investor China dan Vietnam akan berkunjung ke Kabupaten Banyuasin untuk melihat langsung wilayah dan kondisi lapangan di Banyuasin. (ije)
















