YOGYAKARTA, fornews.co—Tingginya minat baca di Kota Yogyakarta membutuhkan ruang baca yang nyaman. Perpustakaan luar ruang di masa pandemi kembali hadir di tengah masyarakat Kota Yogyakarta.
Lesehan Literasi Jogja Istimewa atau lebih dikenal dengan “Lestari”, merupakan salah satu program dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta yang terus berinovasi meningkatkan minat baca masyarakat.
Kepala Bidang Pengembangan Badan Pustaka Pembinaan Perpustakaan, Data dan Informasi Perpustakaan, Tedi Saparian, mengatakan program literasi hadir satu kali dalam sebulan selama masa pandemi.
“Di masa pandemi Lestari hadir sebulan sekali,” kata Kepala BPBP3DIP.
Program literasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta di bawah koordinasi BPBP3DIP telah dimulai sejak tahun 2019 dan terus berjalan dengan penyesuaian protokol kesehatan di masa pandemi.
Pengunjung yang datang ke Lestari akan disediakan berbagai macam layanan literasi dalam bentuk cetak maupun digital.
Suasana tempat baca yang santai membuat betah pengunjung karena dapat duduk sambil berselonjor kaki. Konsepnya adalah lesehan sehingga bisa sambil menikmati suasana terbuka.
“Pengunjung dapat mengakses internet, memilih bacaan yang sesuai mulai dari bacaan ringan, majalah dan surat kabar,” Kepala BPBP3DIP, Tedi Saparian.
Masyarakat yang berkunjung dapat menggunakan layanan yang tersedia secara gratis. Tidak dipungut bayaran. Siapapun, termasuk wisatawan, dapat memanfaatkan layanan Lestari sebagai penambah ilmu dan wawasan.
Selama pandemi, Lestari yang sebelumnya hadir malam hari bergeser pada siang hari mulai pukul 09:00 hingga siang pukul 12:00 WIB. Lestari mewajibkan pengunjung mentaati protokol kesehatan secara ketat. (adam)
















