
PENDOPO, fornews.co – Warga Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), keluhkan pelayanan PDAM Lematang Enim, tersendat sejak lima hari lalu. Warga pun mengancam akan demoi perusahaan milik daerah tersebut.
Menurut warga Ibu Kota PALI, ini sejak tidak mengalirnya air bersih yang dibayarnya setiap bulan tersebut, mereka (pelanggan PDAM) harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air isi ulang supaya bisa memenuhi kebutuhan minum, mandi dan cuci.
“Kami terpaksa mandi di sungai yang airnya kotor. Tapi, kalau untuk masak dan minum serta mencuci piring, kami terpaksa membeli air isi ulang yang harganya jauh lebih mahal. Jika ini berlarut, kami akan datangi PDAM untuk meminta penjelasannya. Sebab kami tiap bulan bayar mahal, sementara pelayanan semakin buruk,” tutur Rozani salah seorang warga Talang Pipa, Kelurahan Talang Ubi Barat, PALI, Selasa (23/05).
Hal serupa dikatakan Dedek (30), warga Kelurahan Pasar Bhayangkara. Dirinya sangat kesulitan air beraih dengan matinya aliran air bersih ke rumahnya. “Rumah kami ini jauh dari sungai. Jadi kami terpaksa untuk memenuhi kebutuhan mandi, minum dan cuci kami harus membeli air isi ulang. Makanya, pengeluaran kami dalam lima hari ini cukup besar, soalnya keperluan kami akan air sangat banyak,” eluhnya.
Terpisah, Kepala PDAM Lematang Enim area Pendopo Ruslan mengakui, jika air bersih yang mengalir ke wilayah Pendopo, tersendat akibat ada kebocoran pipa di salah satu jalur. “Beberapa hari ini kami melakukan perbaikan atas bocornya pipa di daerah Beracung Talang Ubi sehingga memaksa kami harus mematikan aliran air ke Pendopo,” terangnya.
Menurut Ruslan, faktor lain penyebab tersendatnya penyaluran air bersih ke pelanggan, karena generator listrik yang ada di Teluk Lubuk, terbakar. “Hal ini, menambah panjang matinya aliran air bersih. Tapi kendala itu Alhamdulillah barusan sudah kami atasi. Malam tadi sudah mulai mengalir, dan mudah-mudahan hari ini akan mengalir ke Pendopo,” tandasnya. (son)

















