JAKARTA, fornews.co – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami atas gempabumi yang menimpa Maluku Utara (Malut), dengan magnitudo 7,1 Minggu (07/07), sekitar 22.08 WIB.
Demikian itu disamapikan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc, dalam siaran persnya disampaikan, pihaknya mengeluarkan peringatan dini tsunami karena berdasarkan pemodelan matematis, terdapat ancaman tsunami dengan status ancaman waspada untuk daerah Minahasa bagian selatan, dan Minahasa Utara bagian selatan.
“Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam, telah terjadi 8 kali gempabumi susulan yang tercatat, dengan M 3.5 sampai dengan M 4.9,” terangnya.
Lanjutnya, BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan tinggi muka air laut yang terdapa di 6 stasiun pasang surut ( Bitung, Tobelo, Ternate, Taliabu, Jailolo, dan Xanana). Hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media.
“Hingga saat ini peringatan dini tsunami belum diakhiri, satu jam setelah peristiwa gempabumi yang berlokasi di 0.50 LU dan 126.17 BT dengan kedalaman 10 km,” tandasnya. (ars)
















