YOGYAKARTA, fornews.co—Warga kampung kumuh yang bersekongkol dengan seorang lurah ternyata tidak mendapatkan hasil. Ia justru tertipu. Seorang lurah justru menunda-nunda pembayaran bagi hasil dari jual-beli tanah mengorbankan rakyat untuk kepentingan pribadi.
Gambaran kehidupan sehari-hari di kawasan kumuh di Yogyakarta ini digambarkan apik melalui pementasan oleh teater kampung dari Tegalrejo, Yogyakarta, di Taman Budaya Yogyakarta, Ahad (18/8/2019) malam.


Drama Wulandari, selaku perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta punya harapan besar terhadap teater di Yogyakarta.
“Kami punya harapan festival teater tahun depan bisa diadakan lagi,” katanya.
Pihaknya akan berupaya terus mengembangan teater di Yogyakarta.
Pementasan teater pada hari pertama, Ahad (18/8/2019) malam, menampilkan grup teater dari Kecamatan Tegalrejo, Umbulharjo, Gondomanan dan Gondokusuman.
Tokoh sastra di Yogyakarta, Mustofa W Hasyim, mengamati peta teater di Kota Yogyakarta justru telah berubah drastis.
“Kecamatan yang dulu merupakan ‘blank spot’ teater kini justru muncul potensi teater yang baru,” ungkap Mustofa, kepada fornews.co.
Penampilan dari keempat grup teater pada hari pertama menunjukkan perubahan yang lebih baik.
“Dari kecamatan yang dulu nyaris tidak ada teater kini muncul bibit pemain teater yang layak dikembangkan,” katanya.
Senada dengan itu, Erwito Wibowo selaku Ketua Panitia Festival Teater Kota Yogyakarta menyoroti banyaknya penonton pada malam pertunjukan di Gedung Societet TBY.
“Mudah-mudahan mereka menjadi penonton setia,” katanya berharap.
Ia percaya akan banyak kejutan dalam Festival Teater yang diselenggarakan kali pertama di tahun milenial, mengulang pada helatan tahun-tahun silam di masa Motinggo Busje, Idris Sardi, Nasjah Djamin, Mien Brodjo, Kirdjomuljo, Bastari Asnin, Rondang Tobing, Iman Soetrisno, Idrus Ismail, Arby Sama, Mat Dahlan, Muhammad Nizar, dan Adjib Hamzah, ketika Yogyakarta disesaki kegiatan teater.
Pada malam kedua, Senin (19/8/2019), akan tampil kelompok teater dari kecamatan Mantrijeron, Danurejan, Gedongtengen dan Mergangsan, pungkas Mustofa. (adam)
instagram:
FORNEWS OFFICIAL
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja
















