
PALEMBANG, fornews.co- Kepala Kantor OJK Regional VII Panca Hadi Suryatno menyampaikan, bagi masyarakat yang ragu terhadap lembaga investasi yang menawarkan imbalan menggiurkan, silahkan untuk menghubungi ke nomor 1500655 atau silahkan datang langsung ke kantor OJK.
“Kami berharap masyarakat harus lebih waspada terhadap tawaran investasi yang memberikam return atau imbalan yang menggiurkan. Bila ragu, silahkan hubungi nomor 1500655, silahkan tanya investasi itu benar atau tidak,” ujarnya, disela-sela acara cooffee morning, di Kantor OJK Regional VII, Selasa (07/03).
Panca menjelaskan, memang saat ini masyarakat masih sangat mudah tergiur dengan adanya imbalan yang besar dan menggiurkan. Namun, dengan dibentuknya Tim kerja Satgas Waspada Investasi, maka komitmen untuk menangani maraknya investasi bodong akan lebih intens.
“Kerjasama Tim kerja Satgas Waspada Investasi ini memang untuk mencegah dan menangani maraknya tawaran praktik investasi ilegal. Misal, apakah ada dari instansi yang termasuk anggota tim satgas yang memberikan izin terhadap investasi ilegal, maka instansi tersebut langsung mencabut izinnya,” jelasnya.
Untuk mencegah itu, terang Panca, pihaknya juga sudah melakukan edukasi ke sekolah dan ke komunitas-komunitas tertentu. Bahkan, secara parsial masuk ke beberapa media. Tapi, memang itu harus dilakukan secara terus menerus.
Terlepas dari itu, Panca memaparkan hasil kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sumsel pada sektor perbankan, untuk aset perbankan meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar 9,12%, yaitu dari Rp113,50 triliun menjadi Rp123,86 triliun. Market share perbankan Sumsel tahun 2016 terhadap perbankan nasional mencapai sebesar 1,13%.
“Pertumbuhan total aset itu dipengaruhi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 5,74%, yakni dari Rp59,76 triliun menjadi Rp63,18 triliun. Sementara, dari sisi kredit yang diberikan tumbuh sebesar 9,31%, dari Rp64,87 triliun menjadi Rp70,91 triliun,” paparnya, seraya menambahkan, untuk kredit UMKM tumbuh sebesar 10.89%, dari Rp20,19 triliun (2015) menjadi Rp22,41 triliun (2016).
Kemudian, urai Panca, untuk kinerja industri keuangan non bank, jumlah perusahaan dana pensiun sebanyak lima perusahaan, dengan total aset Rp3,77 triliun dan jumla investasi sebesar Rp3,70 triliun. Selanjutnya, jumlah pembiayaan (financing) sebesar Rp8,58 triliun dan persentase non performing financing (NPF) sebesar 4,54%. “Realisasi nilai penjaminan sebesar Rp5,31 triliun atau tumbuh sebesar 47,11% dari periode sebelumnya sebesar Rp3,61 triliun,” tandasnya. (tul)















