YOGYAKARTA, fornews.co—Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tidak setuju terhadap kebijakan impor beras yang dilakukan oleh Pemerintah.
Pihaknya, justru mendukung Pemerintah konsisten menindak tegas tengkulak harga.
“Saya berharap sembako untuk beras tersedia dan jangan lagi ada impor, termasuk kebutuhan-kebutuhan pangan yang lain,” ujar pejabat MEK PP Muhammadiyah, Mukhaer Pakkana, dikutip fornews.co dari laman resmi Muhammadiyah, Kamis (25/3/2021).
Rencana pemerintah melakukan impor beras sebanyak satu juta ton di tengah panen raya justru menuai kritikan dari berbagai kalangan.
Pejabat MEK PP Muhammadiyah itu mengatakan seharusnya kebijakan pemerintah dibarengi dengan penindakan tegas terhadap tengkulak harga.
“Jangan sampai hal itu memicu factor-faktor lain yang membuat pecundang harga menaikannya.”
Menurut Sekretaris MEK PP Muhammadiyah, harga kebutuhan pokok pada bulan Ramadan akan stabil jika mengikuti rasionalitas pasar tanpa distorsi.
“Kalau misal mengikuti rasionalitas pasar tanpa distorsi, saya kira harga kebutuhan pokok masuk di bulan Ramadan akan stabil,” ungkapnya.
Maka, imbuh Mukhaer Pakkana, yang perlu dihajar adalah para pecundang, dan nampaknya Pemerintah cukup kerepotan.
“Saya berharap jangan sampai psikologi harga yang terjadi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya itu terjadi sekarang. Artinya, harga itu dinaikkan oleh para pecundang harga.Ya dengan surplus seperti ini mudah-mudahan harga menjadi stabil dan jangan sampai menganggu stok beras di tingkat petani,”pungkas Sekretaris MEK PP Muhammadiyah, Mukhaer Pakkana. (adam)

















