PALEMBANG, fornews.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut banyak tantangan yang perlu dicermati untuk membangun daerah. Setidaknya, ada 4 poin yang disoroti yakni, radikalisme-terorisme yang menjadi tantangan utama, kemudian permasalahan narkoba, korupsi, dan ketimpangan sosial.
“Masalah radikalisme, terorisme adalah tantangan pertama yang perlu dicermati dalam konteks pembangunan daerah. Terorisme termasuk kejahatan yang biadab luar biasa dan perlu penanganan yang luar biasa juga,” ungkap Tjahjo Kumolo, Rabu (23/05).
Tjahjo tak menampik jika penanganan atau mendeteksi pergerakan terorisme ini bukan perkara sepeleh. Bahkan menurutnya, pasukan intel sekelas Amerika Serikat pun masih kesulitan mengatasinya.
Pun demikian, Tjahjo optimistis Polri sudah memiliki rencana operasi sistematis yang memiliki target waktu untuk menumpas pergerakan teroris serta bibit radikalisme.
Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari lingkungan terkecil, seperti menghidupkan kembali siskamling dapat memperkecil ruang gerak teroris.
“Perketat kontrol tamu-tamu warga, pengoptimalan Satpol PP dan koordinasi rutin dengan kepolisian, intinya jadilah orang baik yang tidak diam. Kalau orang-orang baik diam, maka orang jahat merajalela, saya yakin kita semua orang baik jadi jangan diam jika melihat gelagat yang ingin merusak ideologi,” paparnya.
Kemudian soal narkoba, lanjut Tjahjo, peredaran barang haram ini tidak mengenal usia, profesi maupun gender.
“Ini menjadi tugas besar pemda terutama melindungi generasi penerus dari bahaya narkoba itu,” tuturnya.
Selanjutnya, ancaman bangsa Indonesia dalam membangun daerah adalah kasus korupsi dan ketimpangan sosial. Menurut Tjahjo, dua hal ini saling berkaitan.
“Saya mengingatkan para perencana anggaran agar lebih berhati-hati dengan area rawan korupsi, seperti urusan hibah, retribusi, bantuan sosial dan mekanisme barang-jasa,” tandasnya. (bas)

















