PALEMBANG, fornews.co – Kalah 0-1 dari Sriwijaya FC di laga perdana, Pelatih Perserang Serang Jaya Hartono geram bukan kepalang. Bukan semata-mata karena hasil, tapi Jaya menyoroti kinerja wasit yang memimpin pertandingan.
Insiden yang menuai emosi Jaya terjadi di menit 85. Saat itu gelandang andalannya Hari Habrian menerobos kotak penalti Sriwijaya. Namun terjadi benturan dengan Ambrizal dan mengakibatkan Hari terjerembab hingga membutuhkan perawatan medis.
“Pelanggaran di garis tengah, pertandingan dihentikan. Tapi (pelanggaran) di kotak penalti kenapa tidak pelanggaran, padahal pemain saya sampai cedera. Kenapa wasit takut ambil keputusan, apa karena waktu hampir finis? Harusnya wasit jalankan peraturan semestinya. Kalau begini terus kapan majunya sepak bola Indonesia,” ujar Jaya dengan nada tinggi pada post match press conference di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (23/06).
Meski tidak puas dengan kinerja wasit, namun Jaya tidak akan membuat laporan secara resmi. Sebab itu dinilainya hal yang sia-sia.
“Percuma buat laporan pertandingan. Tidak akan berubah apa-apa, toh pertandingan sudah selesai. Ini pertandingan live saja berani seperti itu, apalagi tidak live, mau jadi apa (sepak bola Indonesia),” tegasnya.
“Semua tim wasit berlakulah jujur karena ini disaksikan seluruh rakyat sepak bola Indonesia,” imbuhnya. (ije)

















