SEKAYU, fornews.co – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK) Puan Maharani menyatakan, ide dan terobosan pembangunan sekolah dan asrama Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Bung Karno di Sekayu, Musi Banyuasin (Muba), sangat tepat dilakukan.
Puan mengaku optimis, Muba bisa menjadi etalase pencetak atlet di Indonesia. Menurutnya, dengan diimbangi pembangunan PPLPD ini ke depan akan lebih banyak lagi atlet berpotensi dan berkualitas yang akan dilahirkan dari Kabupaten Muba.
“Terus lahirkan bibit unggul untuk kebaikan prestasi olahraga di Indonesia,” kata cucu sang proklamator (Soekarno) saat meninjau pembangunan sekolah dan asrama PPLPD Bung Karno di Sekayu, Muba, Senin (05/02/2018).
Harapan Menko PMK yang begitu besar terhadap Muba, bukan tanpa alasan. Muba, merupakan kabupaten memiliki fasilitas olahraga berskala internasional yang lengkap.
Pada kunjungannya tersebut, Menko PMK didaulat menyerahkan 260 Kartu Indonesia Pintar (KIP), juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMK Pertanian Muba Maju Berjaya. Tampak hadir juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhajir Effendy.
“Datang ke Muba, ini saya serasa pulang ke kampung halaman. Pak Dodi memang sangat serius membangun infrastruktur di Muba ini. Saya perhatikan, sangat banyak sekali perubahan,” sanjungnya.
Mendikbud Prof Muhajir Effendy mengatakan, kualitas pendidikan di Muba terdengar hingga ke tingkat nasional. “Terlebih program pelatihan guru dan siswa yang difasilitasi Bupati Muba belajar hingga ke Australia,” kata Muhajir.
Lanjutnya, apa yang dilakukan Pemkab Muba, sudah sangat tepat dan seiring waktu terus berkembang. “Muba juga mempelopori program sekolah gratis. Nah, ke depan harus terus dimaksimalkan,” harapnya.
Sementara, Bupati Muba, H Dodi Reza Alex menyebutkan, pembangunan PPLPD Muba akan terus dikebut. “PPLPD inilah nantinya akan jadi wadah sekaligus motor penggerak meningkatkan potensi dan bakat bibit atlet di Muba,” terangnya.
Selain itu, pembangunan SMK Pertanian yang mulai dibangun juga akan menerapkan metode experential learning, yakni tenaga pendidik dari praktisi perkebunan dan kerjasama dengan perusahaan perkebunan yang ada di Muba dan Dinas Pemkab Muba.
“Nantinya juga akan melibatkan dan bekerjasama dengan 40 perusahaan pertanian di Kabupaten Muba,” pungkasnya. (ibr)

















