YOGYAKARTA, fornews.co–Loket tiket masuk tempat wisata pantai Parangtritis, Bantul, DIY, terlihat lengang dan sepi antrian bus wisata, Senin (3/5/2020).
Perantau yang terjebak di Yogyakarta karena gagal mudik, memanfaatkan sepinya Parangtritis untuk ngabuburit.
Mereka menunggu beduk buka puasa sambil menikmati sunrise di Pantai Parangtritis. Wabah virus corona seperti takmempan bagi mereka.
Leni, bukan nama yang sebenarnya, sengaja ke pantai karena bosan di dalam rumah. Ia mengaku sudah dua bulan tidak beraktivitas di luar.
“Sekali-kali keluar rumah sambil buka puasa biar gak sumpek,” katanya, Ahad.
Pemandangan tidak biasa membuat warga Yogyakarta penasaran. Kebanyakan adalah remaja dan pemuda. Mereka berkonvoi bermotor ke tempat wisata di DIY.

Meski sudah diimbau pemerintah, namun tetap saja mudah ditemui orang berkumpul di pusat-pusat keramaian.
Menurut Leni, pembatasan aktivitas di luar rumah sebenarnya tidak salah, tetapi terkesan politis.
“Pertanyaan saya, kenapa pemerintah tidak membagikan ramuan herbal saja?” ujar Leni. “Misalnya wedang uwuh.”
Kata Leni, Indonesia itu kaya rempah-rempah. Banyak tanaman yang bisa dijadikan obat.
Warga Yogyakarta ini berpendapat seharusnya pemerintah tidak melarang perantau untuk mudik.
“Daripada melarang mudik, apa salahnya pemerintah memberikan ramuan herbal,” selorohnya.

Sepanjang pantai Parangtritis terlihat tidak seperti biasa. Tidak terlihat wisatawan yang berkunjung.
Suasana sepi itu juga dimanfaatkan oleh para pemancing. Mereka juga mengeluh jenuh berada di dalam rumah.
Namun begitu, para pemancing merasa tidak terganggu karena masa pembatasan adalah waktu yang tepat mencari ikan. (adam)
















