PALEMBANG, Fornews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Palembang sekaligus Sekda Palembang, Ratu Dewa resmi mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang.
Usulan tersebut disampaikan kepada Pemprov Sumsel yang nantinya akan diteruskan ke Kementrian kesehatan (Kemenkes) RI untuk persetujuan PSBB di Palembang, Senin (04/05).
“Sudah kami sampaikan dan diterima langsung Sekda Sumsel yang nantinya akan dilanjutkan ke Kemenkes. Kita tunggu dua atau tiga hari mendatang apakah disetujui Kemenkes atau tidak,” kata Ratu Dewa, Senin (04/05).
Pengajuan PSBB ini dilakukan dengan beberapa persyaratan salah satunya meningkatnya kasus positif di Palembang, ditambah lagi status menyebaran yakni transmisi lokal. Bahkan, penyebaran COVID-19 di Palembang sudah melintas generasi.
“Kasus pasien positof Covid-19 atau virus corona di Kota Palembang sudah ada 109 kasus positif, menjadi pertimbangan PSBB untuk segera diterapkan,” tegasnya.
Untuk itulah, katanya , Pemerintah Kota Palembang mengambil langkah cepat guna memutus mata rantai untuk segera diberlakukan PSBB. Sebelumnya, Pemkot Palembang sudah memberlakukan instruksi Walikota Palembang No 1 tahun 2020 tentang tentang pengendalian, pencegahan, penanganan penyebaran Coronavirus Disiase 2019 (Covid-19) dengan cara mewajibkan memakai masker di Kota Palembang.
Ditegaskan Dewa,berkas yang telah diajukan sudah melalui kajian mendalam, dari segala aspek kemungkinan yang akan terjadi telah diantisipasim
“Hal ini juga berdasarkan dari pengamatan kita dari tingkat status dan kajian dari dinas sosial dan Kesehatan dan Bapeda, semua telah lengkap dan sudah kita ajukan pada hari ini,” tegasnya.
Untuk jaringan pengamanan sosial ia mengatakan dari 115 ribu orang miskin di Palembang ada tambahan lagi daftar baru sebanyak 49.669 orang miskin baru ini harus terdaftar datanya dari RT dan lurah untuk di data secara benar agar tidak keliru.
“Jika masih ada kesalahan data maka Dinas sosial harus memverifikaso ulang kembali data tersebut. Saya harap media juga menjadi pemantau pendistribusian sembako tersebut,” tutupnya. (lim)

















