PALEMBANG, fornews.co – Kemarau panjang yang melanda Indonesia tak terkecuali Sumatra Selatan mulai dirasakan imbasnya oleh masyarakat. Tak hanya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun juga kekeringan yang dirasakan hampir seluruh warga.
Untuk itu, hari ini secara serentak dilaksanakan salat istiska di beberapa titik wilayah Sumatra Selatan. Seperti di Palembang yang terpantau di halaman Griya Agung Palembang dan halaman Mapolda Sumsel.
Di Griya Agung, salat istiska diikuti Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya, pejabat dan ASN di jajaran Pemprov Sumsel serta warga sekitar. Dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, salat istiska diimami Imam Besar Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, KH Nawawi Dencik Al Hafidz.
“Sudah ribuan hektare lahan terbakar dan berbagai upaya juga sudah dilakukan untuk memadamkannya, akan tetapi sampai saat ini belum juga diberikan hujan. Selain itu kekeringan juga mulai dirasakan di beberapa daerah. Maka melalui salat istiska ini kita memohon supaya Allah SWT mendengarkan doa kita supaya diberikan hujan,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru.
Sementara itu, di waktu yang sama, ratusan anggota Polisi di Mapolda Sumsel, juga melakukan salat istiska di halaman Mapolda. Doa dan salat untuk meminta hujan yang diimami Ketua MUI Kota Palembang Saim Marhadan ini diikuti Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, Irwasda Sumsel Kombes Pol Dody Marsidy, serta para pejabat utama Polda Sumsel.
Polres OKI Gelar Salat Istiska
Hal serupa juga dilakukan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI). Anggota Polres OKI dan warga sekitar melaksanakan salat istiska di lapangan Mapolres OKI, Selasa (27/08) pagi.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra mengungkapkan, salat istiska ini sengaja digelar sebagai upaya untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar wilayah OKI ini segera diberikan hujan. Hal ini mengingat cuaca panas dan kemarau yang hingga saat ini masih berlanjut.
Selain itu, menurut Donni, hingga menjelang akhir Agustus ini masih kerap terjadi kebakaran hutan di wilayah ini. “Tujuannya meminta agar ada siraman hujan karena hingga akhir Agustus ini masih terjadi kebakaran di beberapa wilayah di OKI,” katanya ditemui usai salat istiska.
Dikatakan Donni, meski karhutla masih terjadi di wilayah OKI, namun intensitasnya menurun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena diakuinya ada beberapa wilayah yang tingkat kekeringannya cukup tinggi.
“Untuk itu hari ini kita memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan khususnya di wilayah OKI. Ini kita lakukan mengingat prediksi kemarau masih panjang,” ujarnya.
Wakil Bupati OKI H M Dja’far Shodiq yang ikut melaksanakan salat istiska ini mengharapkan agar doa-doa yang dipanjatkan bisa segera dikabulkan oleh Allah SWT. Apalagi, rencananya salat istiska ini tidak hanya dilaksanakan satu kali ini saja. (rif)
















