BATURAJA, fornews.co – Di tengah kemeriahaan gelaran lomba dayung di Sungai Ogan, Baturaja, yang diselenggarakan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Kuryana Azis, Minggu (31/12), terjadi miskomunikasi antara panitia dan peserta, yang membuatnya kesal.
Penyebab kekesalan sendiri, karena begitu orang nomor satu di OKU, beserta unsur Muspida sudah mengambil posisi untuk membuka perlombaan yang digelar dalam rangka menutup tahun, ternyata tidak disediakan dayung oleh panitia sehingga peserta tidak mengambil posisi hingga waktu yang ditentukan.
Sebelum hari-H, panitia mengumumkan jika peserta tidak perlu menggunakan/membawa dayung sendiri karena sudah disediakan oleh panitia. Melihat gelagat tersebut (kekesalan Bupati), Asisten II Setda OKU Fahrudin Rozi yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia, memarahi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Pak Topan, urusi masalah ini, jangan ikut dalam perahu dulu,” seru Fahrudin dengan nada kesal kepada Kepala Dispora.
Belum lagi, pada gelaran tersebut banyak perahu yang akan dipergunakan peserta lomba, tenggelam karena air yang masuk terlalu bamyak. “Kalau katek dayung, pake wong yang kurus tula (kalau tidak ada dayung, gunakan yang kurus saja),” sindir pria berkumis tebal ini.
Meski suasana sempat tegang, namun pelaksanaan acara tetap berjalan sesuai harapan dengan meminjam peserta lain yang sudah memiliki dayung.
Sementara itu, BPBD OKU, untuk mengawal kegiatan ini menurunkan 28 personel. Kepala BPBD OKU, Hemni mengatakan, dari 28 orang tersebut ada 12 orang profesional, mulai dari penyelam dan tim SAR.
“Kita turunkan ini karena mengingat sungai dalam keadaan pasang dan arusnya deras. Selain itu, kita juga menurunkan 4 buah perahu dan 80 set pelampung,” pungkasnya. (gus)

















