PALEMBANG, fornews.co – Atlet Triathlon Indonesia, Jauhari Johan mengaku siap melakoni debut perdana di Asian Games 2018. Pada cabang Triathlon, Indonesia akan turun di nomor Olympic Distance dan Mixed Relay.
Atlet asal Sumatra Selatan ini sendiri akan turun di nomor Mixed Relay bersama Ashita Aulia. Kemudian satu pasangan lainnya, Eva Desiana dan Andi Gumilang. Keempat atlet ini akan memperebutkan satu medali emas bersama 17 negara lainnya.
Untuk di nomor Olympic Distance (Individu), Indonesia akan menurunkan dua atlet putra dan putri, Ahlul Firman dan Ameera. Keduanya akan menempuh jarak renang 1500 meter, sepeda 40 kilo meter dan lari 10 kilo meter, untuk masing-masing memperebutkan satu medali emas.
Jauhari Johan mengatakan, di nomor Mixed Relay akan ada 18 negara peserta termasuk Indonesia sebagai finalis, dengan jarak renang 300 meter, sepeda 7 kilo meter dan lari 2 kilo meter.
“Ini untuk pertama kalinya saya ikut, saya fokus di tim Mixed Relay. Target saya sendiri bisa berikan yang terbaik saja buat Indonesia, karena tim Mixed Relay kami ini baru 2 bulan terbentuk,” kata pria yang akrab disapa Jo itu, saat dibincangi fornews.co melalui sambungan telepon, Rabu (29/8).
Pada cabor ini, Jo mengaku kompetitor terberat adalah Jepang, China dan Korea. Menurutnya, negara-negara ini sudah melakukan persiapan jauh lebih lama dan memiliki prestasi yang bagus.
“Tim Mixed Relay kami tidak pernah try out ke luar, jadi kami tidak punya patokan prestasi ranking, itu sih permasalahan sebenarnya. Sedangkan negara lain itu sudah 2 sampai 3 tahun melakukan persiapan, karena timnya sudah bertahun-tahun terbentuk, sedangkan kita cuma sekitar 2 bulan sejak masuk pelatnas,” ungkapnya.
Pada cabor ini, pemerintah tidak menetapkan target perolehan medali emas sebagaimana di sejumlah cabor lainnya.”Kalau federasi menargetkan mudah-mudahan kita bisa masuk 5 besar atau 7 besar. Insya Allah saya dan teman-teman akan berusaha semaksimal mungkin,” tandasnya.(bas)

















